PT KAI Daop IV Semarang: 130 Lahan Terdampak Pembangunan Kereta Pelabuhan

0
445
ilustrasi kereta barang (detik.com)

Semarang – (suaracargo.com)

PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi IV Semarang menyebutkan, pembangunan rel pelabuhan hanya berdampak terhadap 130 bidang lahan di kawasan Kebonharjo Semarang.

“Berdasarkan hasil ‘mapping’ yang kami lakukan, lahan terdampak pembangunan rel pelabuhan hanya 130 bidang,” kata Kepala Humas PT KAI Daops IV Semarang Gatut Sutiyatmoko di Semarang, Kamis (14 April 2016)

Sebanyak 130 lahan itu, terdiri atas 118 rumah atau tempat tinggal, dua sekolah atau tempat pendidikan Alquran (TPQ), dua masjid, dua mushala, dan enam fasilitas umum, seperti pos kamling.

Dari sebanyak 130 bidang terdampak rel pelabuhan itu, hanya 17 petak lahan yang memiliki surat hak milik (SHM), padahal lahan yang mereka tempati itu merupakan aset PT KAI.

“Memang Badan Pertanahan Nasional (BPN) menerbitkan sebanyak 3.360 SHM di Kebonharjo, tetapi lahan SHM yang terdampak untuk pembangunan rel pelabuhan ini sebenarnya hanya 17 petak,” katanya, seperti dilansir okezone.com.

Kepala PT KAI Daops IV Semarang Andhika Tri Putranto membenarkan, 130 bidang lahan yang terdampak pembangunan rel pelabuhan itu adalah aset milik PT KAI, tetapi warga bisa memiliki SHM.

Padahal, kata dia, BPN sudah menerbitkan setidaknya 3.360 SHM di Kebonharjo yang mencakup aset milik PT KAI yang hanya didasarkan pelepasan aset antara wali kota dan kadaops periode dulu.

“Penerbitan SHM latar belakangnya apa? Dasarnya, pelepasan aset antara kadaops dulu dan wali kota saat itu. Kenapa wali kota minta kepada kadaops kalau memang bukan tanah KAI?,” katanya.

Namun, kata dia, pelepasan aset tidak bisa semudah itu dilakukan, apalagi hanya berdasarkan tanda tangan Sukawi Sutarip (wali kota saat itu) dan Diding Sukaryat (kadaops IV Semarang saat itu).

“Siapapun tahu, mekanisme terbitnya SHM tidak bisa semudah itu. Apalagi, ini aset BUMN, milik kementerian. Tidak ada sepotong surat pun dari kementerian. Apakah bisa dilakukan pelepasan?,” katanya.

Andhika mengatakan, saat ini masih memfokuskan terhadap penertiban di 130 bidang lahan itu, sebab menyangkut percepatan pembangunan rel dari Stasiun Tawang menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

“Kan sangat naif jika 130 bidang ini tidak bisa diselesaikan, sementara kami masih ada pekerjaan untuk 3.000an bidang lahan. Makanya, untuk sekarang ini fokus di 130 bidang lahan ini,” tegasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here