PT KAI Sterilisasi Rel Kereta Api Binjai-Besitang

0
456
Para pekerja PT KAI tampak melakukan sterilisais rel kereta Api, di Kebun Lada Binjai Utara. Sterilisasi rel tersebut bertujuan untuk menghidupkan rel kereta trans Sumatera.  (Tribun Medan/ Ari)
Para pekerja PT KAI tampak melakukan sterilisais rel kereta Api, di Kebun Lada Binjai Utara. Sterilisasi rel tersebut bertujuan untuk menghidupkan rel kereta trans Sumatera.
(Tribun Medan/ Ari)

Binjai – (suaracargo.com)

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Sumut terus melakukan mensterilkan jalur kereta api jurusan Binjai-Besitang. Rencananya, PT KAI Akan kembali menghidupkan jalur kereta api jurusan Binjai-Aceh atau yang lebih dikenal trans Sumatera, Rabu (2/9/2015).

Seperti yang tampak di Kebun Lada Binjai utara, para pekerja tampak melakukan sterilisasi rel sepanjang 12 meter kanan kiri dari rel kereta api jurusan Binjai-Besitang ini dalam rangka menyiapkan pembangunan jalur kereta api trans Sumatera. Beberapa bangunan yang tadinya menutupi rel kreta api yang telah lama mati suri tersebut sudah dibongkar.

Humas PT KAI Revinus Situmorang mengaku ketika dikonfirmasi mengatakan, pihak PT KAI melakukan penertiban guna menghidupkan kembali ruang terbuka di sepanjang jalur landasan rel kereta api.

“Proses sterilisasi dan pembongkaran lahan rel kereta api di Binjai masih terus kita lakukan. Hal itu kami (PT KAI) lakukan guna memberi ruang bebas hambatan saat kereta melintas,” ucapnya ketika dihubungi.

Dirinya memaparkan, ruang bebas yang diatur undang-undang perkeretaapian nomor 23 tahun 2007, ruang bebas seharusnya seluas 21 meter baik kiri maupun kanan. “Itukan lahan kita, maka tidak dibenarkan disepanjang jalur lintas kereta api berdiri bangunan dalam bentuk apapun,” jelas dia.

Ketika disinggung tentang proses ganti rugi lahan tersebut. dirinya mengatakan PT Kai tidak ada melakukan ganti rugi. “Ganti rugi yang, itu kan lahan milik PT Kai, jadi kenapa harus mengganti rugi. Kalau pun ada proses ganti rugi tersebut dikarenakan adanya lahan atau tanah masyarakat yang terpakai,” jelasnya, seperti dilansir tribun-medan.com.

Ia mengatakan proses strelisasi akan dilakakukan sampai satu tahu ini. Sedangkan pemasangan pondasi rel kreta api untuk menghidupkan sterilisasi itu pada 2016. “Kalau bisa rel kreta api itu sudah bisa diresmikan dan digubakan pada 2017 atau 2018 nanti. Untuk tahun ini masih proses strelisasi saja, dan 2017 pemasangan pondasi atau kontruksinya,” ucapnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here