PT Krakatau Bandara Samudera Terima Jasa Pelabuhan Umum Bongkar Muat Cargo Curah

0
46
Foto: Danang Sugianto/detik.com

Cilegon – (suaracargo.com)

Anak usaha PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) yaitu PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) yang bergerak di usaha pelabuhan menerima jasa pelabuhan umum untuk bongkar muat barang kargo curah.

“Tetap Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) itu menempel karena ada skala prioritas. Begitu masuk bahan baku produksi baja itu harus diutamakan,” ujar Direktur Utama PT KBS, Tonno Sapoetro, Rabu (11/10/2017).

Tonno menerangkan, KBS memiliki luas 98 hektar yang sebelumnya merupakan pelabuhan sebagai lokasi bongkar muat bahan baku produksi baja dan ekspor impor baja dalam negeri, kini juga melayani bongkar muat barang curah kering maupun basah untuk kebutuhan nasional. Layanan itu setelah keluarnya izin konsesi sejak 14 November 2016 selama 75 tahun.

“Melayani curah kering dan curah basah. Target keuntungan kita tahun ini Rp 200 miliar lebih,” ujar dia.

Terkait wacana menggabungkan anak usaha BUMN lantaran banyaknya anak usaha BUMN, Tonno mengatakan, pihaknya enggan jika KBS harus digabung dengan perusahaan BUMN lainnya. Saat ini KBS merupakan anak usaha BUMN yang telah ekspansi dan mencatatkan kondisi yang sehat. Oleh karena itu, ia berharap agar KBS tetap menjadi anak usaha Krakatau Steel.

“Secara spesifik Presiden Jokowi itu enggak memerintahkan holding antar pelabuhan,” ujar dia, seperti dilansir Liputan6.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY