PT Nusantara Pelabuhan Handal Siap Masuk Bursa Saham

0
623
ilustrasi pelabuhan (industri.bisnis.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Perusahaan terminal peti kemas, PT Nusantara Pelabuhan Handal, berniat masuk bursa saham. Korporasi milik pengusaha Garibaldi Thohir ini membidik dana berkisar Rp 259 miliar hingga Rp 317,2 miliar dari penawaran perdana saham alias initial public offering (IPO).

Nusantara Pelabuhan akan menerbitkan maksimal 576,8 juta saham IPO atau 20,5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga penawaran saham ini Rp 450 hingga Rp 550 per saham. Sekitar 93,16% saham Nusantara Pelabuhan dikuasai oleh PT Episenta Utama Investasi yang sahamnya dimiliki Garibaldi Thohir. Sisa saham Nusantara Pelabuhan dimiliki PT Prima Permata Cakrawala. Perusahaan ini mengoperasikan peti kemas di Tanjung Priok Jakarta dan Tanjung Perak Surabaya. Nusantara Pelabuhan juga memiliki area operasi di Laemchabang dan Bangkok, Thailand.

Direktur Utama Nusantara Pelabuhan Paul Krisnadi mengatakan, sebagian besar dana IPO atau 65% akan digunakan untuk membayar utang kepada Episenta Utama sebagai pemegang saham. Sisanya 35% akan digunakan untuk modal kerja.

Nusantara Pelabuhan menunjuk Trimegah Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana efek. Calon emiten ini akan menjadi perusahaan pelabuhan terintegrasi pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saat ini, Nusantara Pelabuhan memiliki tiga anak usaha, yakni PT Mustika Alam Lestari, PT PBM Adipurusa dan PT Parvi Indah Persada yang mengoperasikan dan mengembangkan terminal peti kemas dan kargo, termasuk memasok peralatan terminal.

Hingga kuartal III-2016, Nusantara Pelabuhan meraih pendapatan Rp 816 miliar, naik signifikan dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 413 miliar. Adapun laba bersihnya Rp 190 miliar. “Kami perkirakan angka ini tidak terlalu banyak berubah hingga akhir 2016,” ujar Paul.

Tahun ini, Nusantara Pelabuhan berharap agar mereka bisa menjaga kenaikan pendapatan dan laba bersih sekitar 10% dari tahun lalu. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata margin laba bersih perseroan tercatat sebesar 9,8%. Margin itu merepresentasikan rerata return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) masing-masing sebesar 8,3% dan 33,4%.

Masa penawaran awal atau bookbuilding dijadwalkan pada 9 hingga 21 Februari 2017. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan diharapkan terbit pada 6 Maret 2017. Adapun masa penawaran umum akan berlangsung dari 7-9 Maret 2017 dan pencatatan perdana atau listing di BEI pada 16 Maret 2017.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here