PT Pelabuhan Indonesia IV Bangun Konektivitas di Kawasan Timur Indonesia

0
370
Sejumlah kapal feri bersiap melakukan bongkar muat di Pelabuhan Penyebrangan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (4/8). ANTARA/Seno

Jakarta – (suaracargo.com)

Langkah PT Pelabuhan Indonesia IV membangun konektivitas di kawasan timur Indonesia (KTI) dan mengekspor langsung produk nasional dari Pelabuhan Makassar di Sulawesi Selatan dinilai sukses. Ini terlihat jika pada bulan Ramadan, Provinsi Sulawesi Selatan mengalami deflasi.

“Biasanya menjelang Lebaran selalu terjadi inflasi tapi tahun ini di Sulsel kebalikannya malah deflasi, karena pemprov bersama-sama bersinergi di antaranya dengan Pelindo IV yang berhasil membuka konektivitas di kawasan timur Indonesia dan ekspor langsung,” tutur Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dalam keterangannya, Selasa (1/8/2017).

Konektivitas domestik di semua pelabuhan di kawasan timur Indonesia yang dilakukan Pelindo IV, bertujuan memudahkan masyarakat di wilayah ini untuk mendapatkan barang kebutuhan dengan harga yang tidak terlalu tinggi.

Dengan konektivitas ini, hasil produksi petani dan perajin Sulsel dan kawasan timur Indonesia bisa langsung diangkut dari Makassar menuju 45 negara. Sebaliknya, impor bisa langsung tiba tanpa harus melalui Surabaya ataupun Tanjung Priok. Dia berharap dengan konektivitas yang telah dilakukan Dirut Pelindo IV Doso Agung tidak ada lagi pengusaha di Sulawesi Selatan yang melakukan aktivitas ekspor dan impor dari pulau Jawa.

Dirut Pelindo IV Doso Agung menambahkan, sebelum ada konektivitas ini, untuk melaksanakan ekspor langsung, pengusaha harus lewat Surabaya dan Semarang.

Hal ini mengakibatkan biaya tinggi karena barang berkali-kali dibongkar muat turun naik kapal sehingga menyebabkan antrean kapal. Jarak tempuh kapal juga menjadi lebih lama sebab harus singgah ke beberapa pelabuhan yang berimbas ke dwelling time.

Pelindo IV dikatakan berupaya membangun konektivitas domestik di KTI yang telah dirintis selama setahun, dengan memperkuat jalur ekspor langsung (direct export) maupun direct call.

“Awalnya Pelindo IV melakukan pengiriman perdana ekspor langsung sebanyak 30 kontainer, namun kini sudah mampu mengekspor lebih 500 kontainer melalui Pelabuhan Makassar ke 45 negara,” papar Doso, seperti dilansir liputan6.com.

Dengan direct call, biaya logistik dari dan ke kawasan timur Indonesia kini telah dirasakan pengusaha hemat sekitar 40 persen. Selain itu, barang kebutuhan juga jadi cepat diterima masyarakat karena adanya angkutan langsung ke daerah tujuan KTI.

“Bagi kami ingin menciptakan bagaimana agar harga barang itu tidak terjadi disparitas, tidak terjadi dengan wilayah lainnya, serta antara barat dan timur tidak lagi terjadi kesenjangan yang begitu lebar,” ungkap Doso.

Namun, yang menjadi masalah saat ini bagaimana konsolidasi muatan di timur Indonesia.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here