PT Pelindo 2 Targetkan New Priok Beroperasi Penuh Pada 15 Juli 2016

0
174
Foto aerial proyek pembangunan Pelabuhan Kalibaru atau Terminal New Priok di Kalibaru, Jakarta Utara, Senin (18/1). PT Pelindo II menyatakan trial operation Container Terminal 1 New Priok yang mampu disandari kapal berukuran 20.000 TEUs siap diluncurkan pada akhir Januari 2016 dan akan disusul dengan pengoperasian secara penuh pada Juli 2016. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/ama/16.

Jakarta – (suaracargo.com)

PT Pelindo 2 atau IPC menargetkan terminal peti kemas New Priok 1 bisa beroperasi penuh pada 15 Juli 2016 mendatang.

Direktur Operasi dan Sistem Informasi IPC Prasetyadi mengatakan, New Priok Container Terminal 1 (NPCT 1) adalah satu dari tiga terminal New Priok yang akan dibangu. Pembangunan terminal-terminal tersebut ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pelabuhan Indonesia terhadap pelabuhan Singapura.

NPCT 1 memiliki luas 32 ha dan bisa menangani peti kemas hingga 1,5 juta TEUs/tahun. Selain itu, NPCT 1 memiliki panjang dermaga 850 meter yang bisa menampung hingga dua kapal besar tipe New Panamax (mother vessels) berkapasitas 10.000 TEUs serta satu kapal penghubung (feeder).

Promo CSMCARGO Ramadhan

Dengan begitu, kapal-kapal besar (mother vessels) dapat langsung berlayar ke Jakarta dari rute utama pelabuhan-pelabuhan besar di seluruh dunia sehingga bisa mengurangi ongkos logistik.

Saat ini, sebagian besar operasional Tanjung Priok hanya disandari kapal-kapal feeder berkapasitas 1500 TEUs yang meneruskan barang-barang dari kapal besar (mother vessels) dari pelabuhan Singapura. Keberadaan New Priok diharapkan bisa mengubah pola tersebut dengan menyiapkan pelabuhan transit untuk kapal-kapal besar (mother vessels) di Jakarta.

“Kami telah melakukan uji coba terminal baru ini untuk menyinkronkan semua prosedur ekspor-impor dan sistem,” terang Prasetyadi, seperti dilansir jurnalmaritim.com.

Sebagaimana diketahui, pada 28 Mei lalu telah dilakukan uji coba pertama operasional NPCT 1 dengan kapal Sinar Sumba milik perusahaan pelayaran PT Samudra Indonesia Shipping Line. Uji coba dilakukan untuk melihat kesiapan integrasi infrastruktur, logistik, dan terminal sistem, termasuk sistem karantina dan kepabeanan.

“Tes berikutnya akan dilakukan pada awal Juli mendatang. Kami berharap kita memiliki cukup waktu untuk melakukan penyesuaian jika masalah timbul. Mudah-mudahan, kita bisa mulai beroperasi penuh pada 15 Juli,” ungkap Prasetyadi.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY