PT Pelindo Diminta Tingkatkan Jumlah Alat Bongkar Muat

0
376
ilustrasi peti kemas di Tanjung Priok (poskotanws.com)
ilustrasi peti kemas di Tanjung Priok (poskotanws.com)

Jakarta –

(suaracargo.com)

BUMN PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) l-lV diminta untuk memperbanyak investasi alat bongkar muat di pelabuhan serta mengganti peralatan yang sudah rusak.

“Investasi peralatan bongkar muat peti kemas di pelabuhan bisa saja menggandeng swasta atau perusahaan pelayaran yang memiliki kinerja baik,” ujar Teddy Arief Setiawan, Direktur Pelayaran Tempuran Mas Tbk, kemarin (22/12), sebagaimana dilansir poskotanews.com.

Teddy lalu mencontohkan, pelayanan bongkar muat petikemas domestik Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara, bisa mencapai tiga hari. Lamanya waktu pengerjaan itu diakibat peralatan dan infrastuktur lainnya belum diremajakan serta belum menggunakan Window sistem,

“Sejak kapal sandar hingga kapal keluar di Pelabuhan Belawan Medan, layanan kapal peti kemas domestik bisa mencapai tiga hari. Apalagi di pelabuhan ini dari lima unit alat bongkar muat yang tersedia hanya beroperasi tiga unit karena dua unit lainnya dalam kondisi rusak,” terang Teddy.

Dari seluruh pelabuhan yang ada, kata Teddy, kinerja tertinggi produktivitas bongkar muat peti kemas domestik di pelabuhan-pelabuhan yang dikelola Pelindo baru terdapat di Pelabuhan Tanjung Priok. Kecepatan bongkar muat di sana rata-rata sebanyak 90 bok/jam/3 crane.

Kemudian disusul oleh Pelabuhan Makassar dengan 75 bok/jam/3 crane dan Pontianak 50 bok/jam/2 crane. Sementara itu, di Pelabuhan Belawan, Medan, kecepatan bongkar muat hanya 25 bok/jam/2 crane. Disinggung mengenai tol laut, Teddy mengatakan bahwa pelayaran nasional angkutan peti kemas domestik sudah menjalankannya seperti pola pelayaran berkonsep mulai dari Medan-Jakarta-Surabaya-Makassar dan Bitung.

Namun, kata Teddy, tarif angkut atau freight muatan baliknya untuk sejumlah rute tidak seimbang atau kosong muatan atau rendahnya load factor. Padahal tarif atau freight rute tersebut relatif murah. Misalnya, untuk Jakarta-Bitung berlaku freight Rp6 juta/bok, namun freight baliknya (Bitung-Jakarta) hanya Rp2 juta/bok.

Fright lainnya Jakarta- Medan Rp5 juta sebaliknya Medan-Jakarta hanya Rp1,5 juta/bok, Medan-Surabaya Rp2 juta/bok, , Jakarta-Surabaya Rp1 juta/bok, dan Jakarta-Makassar Rp5 juta/bok. Namun demikian, pergerakan tarif angkut pelayaran peti kemas domestik hingga akhir tahun ini tergolong stabil dan perusahaan pelayaran masih menerima margin dari setiap rute domestik tersebut.

“Sampai saat ini, untuk tingkat isian muatan tertinggi setiap kapal terdapat pada rute Surabaya-Makassar yang mencapai load factor 100 persen,” kata Teddy.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here