PT Pelindo II Siap Kelola Pelabuhan Digital Pertama di Indonesia

0
44
ilustrasi Penyiapan Tol Laut Kapal barang curah kering "Ocean Satoko" berbendera Panama berbobot 100.000 DWT yang mengangkut biji besi turun jangkar untuk melakukan bongkar muat, di Pelabuhan PT Pelindo II Cabang Banten, di Ciwandan, Cilegon, Selasa (26/8). (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Cilegon – (suaracargo.com)

PT Pelindo II meluncurkan pelabuhan berbasis digital (digital port) dengan nama Pelabuhan Banten (Port of Banten). Pelabuhan Banten ini akan menjadi pelabuhan pertama di Indonesia yang menerapkan sistem digitalisasi dalam pelayanan jasa kepelabuhanan.

General Manager PT Pelindo II (IPC) Cabang Banten Armen Amir mengatakan, saat ini pelabuhan harus dapat berperan sebagai pusat logistik dalam jaringan rantai pasokan global jika ingin sukses. Selain itu, pelabuhan harus mampu mempermudah segala urusan administrasi yang diperlukan untuk urusan otoritas pelabuhan, bea cukai, syahbandar, keamanan laut, imigrasi, dan lainnya.

“Pada masa sekarang, sebuah kapal harus difasilitasi untuk dapat mengurus dan mendapat pengesahan atas berbagai dokumen yang diperlukan secara online melalui website,” kata Armen Amir, saat acara peluncuran “Pelabuhan Banten Menuju Digital Port Pertama di Indonesia”, yang digelar di areal Pelabuhan Banten, Ciwandan, Kota Cilegon, Senin (9/10).

Armen menambahkan, digital port yang diproyeksikan akan diterapkan oleh PT Pelindo II ini merupakan otomatisasi dan digitalisasi layanan kepelabuhanan mulai dari tahap administrasi maupun tahap operasional dalam proses bongkar muat.

“Dengan kecanggihan teknologi, mulai dari pelayanan administrasi, truk pengangkut kontainer ke terminal tidak lagi menggunakan pengemudi karena sudah bersistem semi-robot. Begitu pula derek (crane) yang juga dikendalikan dengan sistem kendali jarak jauh,” jelasnya, seperti dilansir beritsatu.com.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengaku bangga dengan pembangunan digital port atau pelabuhan berbasis digital tersebut. Meski begitu, Andika mengimbau agar PT Pelindo II membarengi penerapan digitalisasi pelayanan kepelabuhanan tersebut dengan menyiapkan sumber daya manusianya.

“Jangan sampai justru digitalisasi ini malahan menjadi bumerang bagi kita semua dalam konteks ketenagakerjaan. Jadi saya tidak ingin mendengar ada pengurangan karyawan atau dibatasinya rekrutmen, terutama untuk tenaga kerja lokal, karena digitalisasi ini,” kata Andika dalam sambutannya.

Andika berharap agar sistem digital tidak sampai menggantikan peran tenaga kerja manusia, sehingga hal ini menjadi tantangan PT Pelindo II selaku pengelola Pelabuhan Banten untuk melakukan pelatihan-pelatihan dan pendampingan dari tenaga ahli bidang teknologi informasi untuk meningkatkan keahlian dan keterampilan tenaga kerjanya.

“Saya berharap dalam rekrutmen tenaga kerja baik sektor kepelabuhanan maupun sektor nonkepelabuhanan agar memprioritaskan masyarakat sekitar, sehingga dapat membantu mendukung program pemerintah daerah dalam upaya mengurangi tingkat pengganguran di Provinsi Banten,” ujarnya.

Andika mengungkapkan, pelabuhan merupakan salah satu mata rantai yang sangat penting dari seluruh proses perdagangan dalam negeri maupun luar negeri. Pelabuhan bukan sekadar tempat bongkar muat barang tetapi juga sebagai titik temu antarmoda angkutan dan pintu gerbang ekonomi bagi pengembangan daerah sekitarnya.

Untuk itu, lanjutnya, keberadaan pelabuhan sangat diperlukan sebagai salah satu infrastuktur pembangunan ekonomi. Pelabuhan memiliki peran penting sebagai penggerak perekonomian suatu kawasan.

“Pengembangan pelabuhan dapat memajukan ekonomi di suatu daerah, meningkatkan penerimaan negara dan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY