PT Pos Indonesia Bebaskan Biaya Pengiriman Logistik ke Aceh

0
380
PT Pos Indonesia Regional IV mengalami lonjakan pengiriman barang selama Ramadan hingga 100% jika dibandingkan dari hari biasanya. (industri.bisnis.com)

PT Pos Indonesia (Persero) memberikan layanan jasa pengiriman barang gratis yang untuk pengiriman yang menuju ke Aceh. Layanan gratis ini dilakukan untuk memberikan kesempatan masyarakat mengirimkan bantuan kepada korbang gempa di Aceh.

Direktur Utama Pos Indonesia Gilarsi W Setijono mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan jasa pengiriman Pos Indonesia secara gratis dalam bentuk paket pos dengan maksimal 20 kilogram setiap kilonya.

“Jika lebih dari 20 kilogram bisa dipisah menjadi beberapa paket dan isinya bukan cairan,” ujar Gilarsih dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jakarta, Jumat (9/12/2016)

Gilarsih menuturkan, pihaknya akan memaksimalkan jaringan perseroan di seluruh Indonesia untuk mengirimkan bantuan paket dari masyarakat Indonesia kepada para korban gempa aceh.

“Pos Indonesia siap mengirim semua sumbangan tersebut. Untuk sementara ini, kebutuhan pengungsi yang kami tahu antara lain popok bayi, handuk, obat-obatan, perlengkapan sanitasi wanita, selimut, dan perlengkapan mandi. Cukup diserahkan ke semua kantor Pos terdekat seluruh Indonesia untuk kami salurkan pada korban gempa Aceh,” tuturnya, seperti dilansir serambinews.com.

Gilarsi mengatakan, Pos Indonesia tidak hanya menerima pengiriman bantuan paket saja, tetapi juga menerima pengiriman dalam bentuk uang.

Masyarakat bisa mengirimkan uang ke rekening Giropos nomor rekening 00123456789 atas nama PT Pos Indonesia (Persero) cq Rekening PT Pos Indonesia (Persero) melalui kode virtual account 200 999 0099 00123456789.
“Fasilitas bebas biaya pengiriman ini hanya dapat dilakukan di kantor Pos Indonesia, tidak termasuk kantor pos agensi atau Agenpos,” katanya.

Selain itu, terang Gilarsih, perseroan juga membuka posko kesehatan 24 jam di depan Kantor Pos Sigli. Posko siap melayani dan memberikan bantuan pengobatan awal dan luka ringan untuk masyarakat.

“Hal ini merupakan bentuk empati kami terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami cobaan. Semoga apa yang kami lakukan bisa membantu meringankan penderitaan mereka,” tandasnya.

Seperti diberitakan gempa berkekuatan 6,5 SR menghantam Pidie, Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen, Rabu (7/12/2016) sekitar pukul 05.00 WIB.

Akibatnya, ratusan warga luka-luka dan puluhan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan di Pidie dan Pidie Jaya. Puluhan rumah dan toko rusak parah. Gempa ini juga merusak sebagian bangunan di Kabupaten Bireuen. (

Penulis: Achmad Fauzi
Editor : M. Nahar

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY