PT PTPP Tbk dan PT BBNI Cari Peluang Bisnis Baru di Ajang Internasional IAPH

0
177
Ilustrasi pelabuhan peti kemas (krjogja.com)

Bali – (suaracargo.com)

PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) memanfaatkan kedatangan para pelaku bisnis dalam konferensi kepelabuhan Internasional atau International Association of Port & Harbor Conference (IAPH) di Bali. Kedua perusahaan BUMN tersebut mencari peluang bisnis yang berbeda dalam ajang yang dihadiri 1.000 pelaku industri pelabuhan dari 35 negara itu.

“Event ini sangat penting karena seluruh pelaku pelabuhan di dunia hadir. Melalui event ini kami ingin memperkenalkan PT PP tidak hanya sebagai kontraktor tetapi juga investor,” ujar Direktur Operasional PP M Toha Fauzi di Bali, Kamis (11/5/2017).

Toha menuturkan, perseroan saat ini sedang mengincar untuk melaksanakan proyek-proyek pembangunan pelabuhan besar. Tidak hanya itu, perseroan juga menerima bantuan dari pelaku bisnis dalam bentuk investasi seperti pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung, Medan.

“Melalui IAPH kami bisa mencari peluang dan kesempatan untuk bekerja sama tidak hanya dalam membangun project tetapi juga investasi terutama di sektor pelabuhan. Sasaran pertama kami adalah ASEAN sesuai dengan visi kami menjadi perusahaan (kontraktor) yang terbaik di ASEAN,” imbuhnya, seperti dilansir kompas.com.

Sementara itu, Corporate Secretary BNI Kiryanto mengatakan, perseroan memanfaatkan ajang bertaraf internasional ini untuk menguatkan dukungannya terhadap industri maritim di Indonesia dengan meningkatkan pembiayaan layanan kepelabuhanan atau port service financing.

“Port Service Financing yang kami siapkan ini memberikan banyak manfaat, antara lain bagi Pelindo, akan ada ketepatan atau kepastian pembayaran oleh pengguna jasa pelabuhan. Adapun bagi para pengguna jasa kepelabuhan, layanan kami ini dapat memperlancar cash flow usaha,” kata dia.

Kiryanto menjelaskan, Port service financing yang dikembangkan BNI berupa skim pembiayaan kepada pengguna jasa kepelabuhanan di Pelindo I – IV yang diintegrasikan dengan sistem penerimaan jasa kepelabuhanan. Port Service Financing tersebut merupakan sekumpulan layanan lengkap yang diberikan kepada pengguna jasa kepelabuhanan, mulai dari penyaluran kredit hingga kemudahan dalam pembayaran atas penggunaan jasa-jasa kepelabuhanan di Indonesia.

“Beberapa kerja sama yang sudah dikembangkan antara BNI dengan Pelindo I – IV antara lain adalah layanan Billing Payment Host to Host, Autocollection, Port Service Financing, Autodebet Collection melalui BNIDirect, layanan Pembayaran ke Pihak Ketiga melalui BNIDirect, kemudian Pembayaran Pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui BNIDirect, serta layanan Cash Pooling melalui BNIDirect,” Jelas dia.

Kiryanto pun memperkirakan, sekitar 30 persen – 40 persen market share keuangan untuk sektor industri pelabuhan telah berhasil dikuasai BNI dengan pendekatan tersebut.

Penulis: Achmad Fauzi
Editor : M Fajar Marta

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY