PT Telkom Unit CDC Terus Dorong Perkembangan Binaan UKM Mereka ke Pasar Online

0
85
Gedung Telkom Indonesia (teknologi.news.viva.co.id)

Surabaya – (suaracargo.com)

PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Unit Community Development Center (CDC) terus berupaya mendorong mitra binaan UKM-nya menuju platform pasar online. Tujuannya membantu memasarkan produknya di pasar global.

Menurut Manager Telkom CDC Jatim Bali Nusra, Dadi Ahdyan Ardiwinata mengatakan, Telkom sangat concern mendukung bisnis e-commerce para pelaku UKM khususnya mitra binaannya di Indonesia melalui situs e-commerce blanja.com. Dengan memaksimalkan aplikasi belanjamcom maka pelaku ukm sudah siap masuk dalam pasar global.

“Kondisi e-commerce yang dilakukan pelaku UKM ini memungkinkan konsumer lokal menikmati pilihan produk yang lebih bervariasi.” kata Dadi, seperti dilansir duta.co.

Dadi meyakini, pertumbuhan pengguna internet sangat tinggi di Indonesia akan memicu konsumen melakukan pembelian barang atau transaksi secara digital.

“Besarnya jumlah pengguna tersebut ditambah dengan membaiknya perekonomian, maka Indonesia akan menjadi pasar potensial bagi pengembangan e-commerce.” kata Dadi.

Manager Divisi Business Service Ridwan Nulcholiq dalam penyampaian materinya menambahkan, Hak dari Pelaku UKM yang telah mempunyai aplikasi blanja.com adalah mendapatkan kebebasan untuk berkreatifitas dan melakukan dekorasi toko penjual.

“Pelaku UKM juga mendapatkan kebebasan dalam hal penentuan harga pengiriman dan menentukan harga produk.” kata Ridwan.

Akun Penjual, lanjut Ridwan, juga bisa digunakan untuk membeli barang di blanja.com. “Kecuali barang penjual sendiri. Kemudian mendapatkan bantuan dan kemudahan akses langsung dari tim

Customer Service blanja.com dalam hal pengelolaan transaksi.” kata Ridwan.

Agar dapat melakukan transaksi di blanja.com maka pelaku UKM harus membuka akun sebagai penjual di blanja.com.

“Kewajiban Mitra UKM harus memberikan data informasi Penjual yang benar pada saat pendaftaran serta melakukan pengiriman barang kepada penjual untuk setiap transaksi yang sudah dibayar oleh pembeli.” tegas Ridwan.

Pelaku UKM tidak diperkenankan menjual produk Palsu (KW) atau tiruan. “Selain itu pelaku UKM juga tidak boleh menjual produk yang bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia.” Tandasnya.

Untuk permodalan, Telkom juga memberikan bantuan dana bergulir kepda UKM binaan untuk mengembangkan produknya. Dana bergulir yang sudah disalurkan hingga kuartal III mencapai Rp 40 miliar untuk Jatim Bali Nusra.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY