Pungli Koperasi TKBM di Pelabuhan Belawan Rugikan Pengusaha Logistik

0
722
Rail Mount Crane di Pelabuhan Belawan (ilustrasi)

Jakarta – (suaracargo.com)

Pungli yang dilakukan oeh Koperasi TKBM Upaya Karya di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara sudah berlangsung bertahun-tahun. Tidak hanya merugikan pengusaha bongkar muat, pungli tersebut juga mengakibatkan terjadinya kenaikan harga barang yang merugikan konsumen.

“Tindak pidana ini secara langsung mengakibatkan ongkos logistik yang tinggi yang di bebankan kepada para pengusaha yang akhirnya juga merugikan konsumen karena harga barang jadi mahal,” ujar Direktur Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Toga Panjaitan kepada detikcom, Senin (31/10/2016).

Toga mengatakan, perusahaan bongkar muat yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) dikutip pungutan tarif biaya buruh bongkar muat yang tidak sesuai dengan prinsip “no service no pay”.

“Perusahaan bongkar muat dikenakan charge untuk jasa buruh, padahal bongkar muatnya pakai alat, dan kalau pun ada pakai buruh itu tidak banyak,” ungkap Toga.

Toga mengungkap, pihaknya masih mendalami tindak pidana tersebut. Hal yang didalami termasuk penyelidikan lebih jauh soal dugaan keterlibatan otoritas Pelabuhan Belawan.

“Pungli ini sudah berlangsung sejak lama dan kami menduga ada keterlibatan dari oknum otoritas Pelabuhan Belawan,” lanjut Toga.

Ditemui secara terpisah, Iwan Ardiansyah, seorang pengusaha bongkar muat mengakui bahwa pihaknya sangat dirugikan dengan adanya pungli tersebut. Dia bisa mengeluarkan uang hingga ratusan juta rupiah per bulan hanya untuk melakukan bongkar muat barang tersebut.

“Di Pelabuhan Belawan itu banyak antek-anteknya yang memberatkan kami sebagai salah satu stakeholder, di mana kami ditekan dengan biaya besar dan kita sebagai anggota asosiasi tidak diatensi oleh ketua asosiasi yang sekarang jadi tersangka,” ujar Iwan.

Ia mengatakan, pihak koperasi menarik pungutan dengan dalih untuk biaya buruh bongkar muat. Padahal, untuk bongkar muat itu sendiri, mereka menggunakan mesin atau alat.

“Jadi banyak kegiatan di pelabuhan yang sehatusnya tidak menggunakan tenaga buruh tetapi itu dikenakan charge yang sangat tinggi, barang pun dikenakan tuslah 20 persen dari harga barang tersebut,” lanjut Iwan.

Seperti diketahui, Satgas Bareskrim Polri dan Polda Sumut, Senin (31/10) sekitar pukul 11.30 WIB siang tadi melakukan operasi tangkap tangan di kantor Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Upaya Karya, Belawan, Medan, Sumut.

Dua orang pengurus Koperasi TKBM Upaya Karya, Angkasa Nababan dan Holmes Sitanggang diamankan dalam OTT tersebut. Sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai senilai Rp 330 juta diamankan tim Satgas dalam operasi yang dipimpin oleh Brigjen Pol Hery Rudolph Nahak itu.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here