Pusat Logistik Kapas akan Beroperasi Mei 2016

0
422
ilustrasi pusat logistik berikat (sentananews.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Pusat Logistik Berikat khusus untuk komoditas kapas yang dioperasikan oleh PT Cikarang Inland Port dipastikan segera beroperasi pada Mei 2016.

General Manager Commercial PT Cikarang Inland Port Imam Wahyudi mengatakan, perusahaan saat ini tengah bernegosiasi dengan sejumlah importir kapas dari Eropa dan China agar bersedia mendatangkan barangnya ke Pusat Logistik Berikat ini.

“Ekspektasinya bulan depan sudah berjalan karena beberapa trader sudah melakukan diskusi dengan kita,” ungkapnya saat berkunjung ke redaksi Bisnis Indonesia, Kamis (21/4/2016).

Saat ini, anak usaha Jababeka Grup PT Cikarang Inland Port sudah menyiapkan gudang seluas 400.000 meter persegi. Gudang tersebut bisa menampung 250.000 ton kapas. Selain itu, dia mengatakan, perusahaan tengah menyelesaikan pembangunan gudang tahap kedua seluas dua hektare.

Fasilitas gudang baru ini diperkirakan selesai pada Agustus 2016. Dengan demikian, PLB Kapas akan mampu menampung setidaknya 1,25 juta kapas. Terkait investasi, dirinya tidak dapat memberikan angka pastinya.

Dalam pengoperasian PLB Kapas ini, Cikarang Inland Port membutuhkan persyaratan pengembangan IT berupa TPS Online di mana semua kegiatan bisa terpantau dari web management system. “Bentuknya web-based sehingga klien bisa memantau barangnya dan kegitan di PLB,” tambahnya.

Sejauh ini, Cikarang Inland Port mencatat sebanyak 15 klien perusahaan sudah memaparkan minatnya untuk membeli kapas impor dari PLB ini. Dari fasilitas PLB kapas ini, industri tekstil akan sangat diuntungkan dengan efisiensi biaya sekitar kurang lebih 15%- 20%.

Saat ini, perusahaan hanya memiliki izin prinsip untuk mengelola PLB kapas saja sehingga Cikarang Inland Port belum dapat mengelola komoditas lainnya. Namun, dia mengaku pengembangan komoditas sangat bergantung pada siklus permintaan dan suplai barang.

“Perizinan ini ditentukan oleh Dirjen Bea dan Cukai. Yang penting saat ini pemerintah dan komunitas mendapatkan benefitnya,” tegasnya.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat berharap, akan lebih banyak dealer kapas yang mau menyimpan barangnya di Cikarang. Prosedur seperti ini akan mempermudah industri untuk mengakses bahan mentah yang mereka butuhkan.

“Selain itu, pemintal akan menghemat gudangnya hingga 20-30% karena perputaran barang berpusat di pergudangan Cikarang Dryport,” ujarnya.

Keuntungan lainnya, Cikarang Dryport mempunyai lab uji mutu kapas sehingga kualitas kapas yang dibeli pemintal akan sesuai dengan perjanjian dan harga yang cocok. “Lab ini penting sekali supaya antara seller dan buyer memiliki kualitas pemahaman yang sama.”

Bahkan, pemintal atau pembeli tidak perlu membuka Letter of Credit (L/C). Efek lainnya, PLB akan membantu mengurangi dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok karena barang tidak ditumpuk di pelabuhan dan tidak ada denda tarif progresif.

Berdasarkan data API, 100% kebutuhan kapas Indonesia masih dipenuhi melalui impor. Menurut Ade, nilainya bisa mencapai US$2 miliar per tahun.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here