Pusda PPK Pedaringan Kembangkan Usaha Logistik

0
379
Ilustrasi Logistik Foto: Ilustrasi/Istimewa

Solo – (suaracargo.com)

Perusahaan Daerah (Perusda) Pusat Pergudangan Kota (PPK) Pedaringan Solo tengah menjajaki kerja sama dengan badan usaha milik negara (BUMN), yakni PT Pos Indonesia untuk mengembangkan usaha logistik.

Direktur Perusda PPK Pedaringan Solo, Chriswanto Tri Santosa, mengungkapkan inovasi usaha di bidang logistik atau jasa transportasi angkutan barang ini sudah dilakukan sejak 2011 dan terbukti efektif untuk meningkatkan kinerja. Bahkan saat ini, pengangkutan logistik menyumbang pendapatan terbesar sekitar 75% sedangkan sewa gudang hanya sekitar 25%.

banner-csm-atas

Dia menjelaskan, jasa angkutan barang ini dikelola dengan menggandeng perusahaan asuransi untuk menjamin barang yang dibawa. Hal ini untuk dilakukan meningkatkan kepercayaan para pelanggan. Distribusi dari awal hingga ke tempat tujuan juga menjadi tanggung jawab perusahaan daerah ini.

“Kami terus berupaya untuk mengembangkan bisnis logistik. Beberapa waktu lalu sudah bertemu dengan perwakilan PT Pos Indonesia untuk membantu proses distribusi logistik dari Jakarta ke Surabaya dan sebaliknya. Kerja sama ini juga merupakan bentuk sinergi BUMN-BUMD,” ungkap Chriswanto saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (29/8/2016).

Selama ini, Pedaringan menangani pengiriman logistik PT Chandra Asri Petrochemical yang merupakan perusahaan penghasil biji plastik terbesar se-Asia Tenggara untuk dikirim ke wilayah Jateng dan Jatim. Kontrak terbaru adalah dengan PT Titan Petrokimia Nusantara juga mengangkut biji besi dari Cilegon ke berbagai daerah di Jawa.

“Hari ini baru saja ada permintaan kerja sama mengangkut logistik dari PT Richland Logistik Indonesia untuk mengangkut produk industri. Lokasi Solo yang strategis dan kepercayaan pelanggan membuat klien terus bertambah,” kata dia, seperti dilansir harianjogja.com

Dia mengatakan pada tahun lalu dari Rp21 miliar pendapatan yang dikumpulkan sekitar Rp17 miliar berasal dari jasa angkutan barang. Hingga semester satu ini pendapatan yang diperoleh lebih dari Rp8 miliar. Namun dia mengaku optimistis pada semester II ini kinerja semakin baik, seiring dengan bertambahnya kerja sama yang dilakukan.

“Kami ada kerja sama pengiriman jagung yang panen setiap Juli-Desember. Selain itu, Oktober-November biasanya permintaan jasa logistik banyak sehingga kami optimistis pendapatan akan terus meningkat,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan kerja sama logistik ini tidak hanya dengan perusahaan besar yang ada di luar Solo tapi juga perusahaan lokal seperti PT Indo-Asia Tirta Manunggal, PT Tyfountex Indonesia, dan beberapa perusahaan lain.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here