Reaktivasi Jalur KA Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Terkendala Pembebasan Lahan

0
334
ilustrasi kereta barang (Foto: Imam Wahyudiyanta/ detik.com)

Semarang – (suaracargo.com)

PT KAI Daop 4 Semarang terus berupaya mempercepat realisasi reaktivasi jalur KA yang menghubungkan stasiun Semarang Tawang dengan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Percepatan itu dilakukan karena rencana rekativasi ini bisa dikatakan molor. Seharusnya, sesuai dengan rencana, rekativasi sudah bisa direalisasikan pada tahun 2015. Namun, proyek ini masih menghadapi kendala dalam proses pembebasan tanah milik PT KAI yang masih ditempati warga.

Direktur PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, PT KAI masih melakukan upaya pembebasan lahan milik PT KAI yang saat ini ditempati oleh masyarakat umum. “Kita masih berusaha untuk membebaskan lahan. Ini memang tidak mudah sehingga butuh waktu,”katanya, di Semarang, kemarin. Dijelaskannya pula bahwa dengan adanya reaktivasi jalur KA ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, angkutan barang akan sangat terbantu karena angkutan barang dari laut, yang selama ini harus melalui jalur jalan raya, bisa dialihkan ke jalur KA.

“Reaktivasi ini akan sangat bermanfaat. Misalnya 20 kontainer saja, berarti mengurangi beban jalan raya dari 20 truk kontainer. Kalau bisa lebih banyak seperti Surabaya yang bisa sampai 35 kontainer sekali angkut akan lebih baik. Beban jalan raya berkurang resiko kecelakaan juga bisa dikurangi, “jelasnya, seperti dilansir sindonews.com.

Sementara itu Vice Presiden PT KAI Daop 4 Semarang, R. Windar Prihadi Adji menambahkan, saat ini upaya komunikasi dengan masyarakat terus dilakukan. Dia mengungkapkan bahwa pihaknya masih kesulitan untuk membebaskan tanah milik PT KAI yang ditempati sekitar 300 kepala keluarga (KK) seluas 20,1 hektar. “Ada yang mengaku sudah memiliki sertifikat sekitar 17 KK. Padahal itu kan tanah milik PT KAI sehingga tidak sertifikasinya tidak sah, “ujarnya.

Menurut Dia, sampai saat ini pihak PT KAI belum akan mengambil langkah hukum. Upaya komunikasi masih terus diupayakan untuk menjaga kondisi kondusif.”Harapan kita masyarakat sadar dan menyerahkan kembali tanah yang ditempatinya. Kalau memang sulit dan dipersulit tidak menutup kemungkinan akan dilakukan langkah hukum, “jelasnya.

Secara terpisah, General Manager Terminal Petikemas Semarang (TPKS) Erry Akbar Panggabean mengaku bahwa pihaknya sudah mempersiapkan lahan sebagai lokasi bongkar muat. Lokasi sepanjang 300 meter dengan lebar 30 meter tersebu sebelumnya memang digunakan sebagai jalur rel KA. Dia mengaku, dengan adanya jalur KA menuju pelabuhan, akan sangat membantu proses bongkar muat di TPKS. “Kita masih menunggu dari PT KAI kapan merealisasikan pembangunannya,” ujarnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here