Rel Kereta Pelabuhan Panjang Terbengkalai

0
1013
Jalur kereta api yang menuju Pelabuhan Panjang terbengkalai, Senin (14/9). Selain kondisi yang sudah jelek dan berkarat, barang yang menjadi komoditas untuk dikirim melalui jalur kereta tersebut belum ada sehingga belum siap dan bisa direalisasikan. (LAMP
Jalur kereta api yang menuju Pelabuhan Panjang terbengkalai, Senin (14/9). Selain kondisi yang sudah jelek dan berkarat, barang yang menjadi komoditas untuk dikirim melalui jalur kereta tersebut belum ada sehingga belum siap dan bisa. (lampost.co)

Bandar Lampung – (suaracargo.com)

Rel kereta api jalur Pelabuhan Panjang ditelantarkan. Pasalnya, rel itu sudah tidak digunakan lagi setelah Pelabuhan Bakauheni beroperasi menggantikan Pelabuhan Panjang sebagai jalur penyeberangan penumpang.

Jalur rel kereta api stasiun Pidada—Panjang sepanjang 2,5 km itu pun kini tidak terlihat lagi. Rel tersebut sudah tertutup permukiman warga dan fasilitas lainnya. Alhasil, PT Kereta Api Indonesia Subdivre III.2 Tanjungkarang kesulitan untuk merevitalisasi penggunaannya.

Padahal, keberadaan jalur kereta api itu kini menjadi salah satu solusi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengatasi dwelling time. “Jalan ke pelabuhan itu masih sering macet dan sering trailer itu satu hari untuk ke kawasan pusat-pusat industri hanya bisa mendapatkan satu rit. “Dengan menggunakan kereta akan lebih banyak volume yang bisa dibawa,” kata Wakil Kepala Bidang Perdagangan dan Kerja Sama Ekonomi Internasional Kadin Chris Kanter di Jakarta, Senin (14/9).

Selain itu, keberadaan angkutan kereta api juga dijadikan sebagai salah satu upaya penekan kerusakan infrastruktur. Misalnya, PT Semen Baturaja yang tidak lagi menggunakan kereta api untuk mengangkut produknya ke Lampung. Perusahaan itu kini menggunakan trailer. Akibatnya, tingkat kerusakan jalan di sana cukup tinggi.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Agung Kuswandono mengatakan kereta pelabuhan akan mengurangi biaya logistik dan waktu bongkar muat (dwelling time). “Juga mengurangi tingkat kerusakan dan kemacetan di jalan raya,” kata Agung di Jakarta, kemarin.(Senin, 14 September 2015), seperti dilansir lampos.co.

Sebelumnya Direktur Utama PT Pelindo II (Persero) RJ Lino menilai operasional Pelabuhan Panjang sudah cukup baik dan punya potensi besar. “Untuk itu, kami akan melakukan revitalisasi jalur kereta api dari Stasiun Pidada ke Pelabuhan Panjang. Penggunaan kereta juga dapat menghindari kerusakan jalan dan kecelakaan lalu lintas di jalan raya,” kata Lino, saat kunjungannya ke Pelabuhan Panjang, beberapa waktu lalu.

Hanya Wacana

Pengaktifan jalur kereta api Stasiun Pidada—Panjang itu pun mendapat sorotan negatif dari sejumlah kalangan. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Khusus Pelabuhan Panjang Edi Asuhan mengatakan sekadar wacana saja.

Ia menjelaskan sejak dulu sudah ada wacana pengaktifan rel kereta api di pelabuhan, tapi tidak ada realisasinya hingga kini. “Pengaktifan rel kereta api pelabuhan? Mana? Cuma gitu-gitu aja dari dulu sampai sekarang,” kata Edi, kemarin.

Hal senada dikatakan Ketua DPW Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Lampung Jasril Tanjung. Menurutnya, upaya itu hanya untuk angkutan batu bara sehingga tidak akan mengganggu aktivitas peti kemas untuk kargo umum. “Inisiatifnya setahu saya dari PT Pelindo II. Tujuannya justru bagus untuk mengurangi kerusakan yang ada di jalan raya. Soal dampaknya, saya tidak bisa memerinci,” ujar Jasril, kemarin.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here