Revitalisasi APBS Terhalang Pipa Gas

0
310
ilustrasi pipa gas (maritimedia.com)
ilustrasi pipa gas (maritimedia.com)

Surabaya – (suaracargo.com)

Posisi dua pipa gas menghalangi rencana revitalisasi alur pelayaran barat Surabaya (APBS). Meski ditargetkan selesai pada Maret 2015, revitalisasi tersebut terancam tidak bisa tuntas tepat waktu. Dampaknya sangat luas.

Kepala Humas PT Pelindo III, Edi Priyanto, mengatakan bahwa saat ini penggarapan revitalisasi APBS sudah mencapai 80,34 persen di luar spot pipa gas yang posisinya melintang. Rencana itu digarap sejak 19 Mei 2014 dan ditargetkan selesai pada 19 Maret 2015.

Dua pipa gas yang melintang tersebut berada di kedalaman -12 M LWS pada crossing I dan -19 M LWS. Menurut Edi, jika dua pipa gas yang melintang itu tidak segera dipindahkan, pembangunan revitalisasi bisa molor. Dampaknya pun luas. Yaitu, peningkatan perekonomian Jawa Timur tidak maksimal. ”Saya harap itu tidak terjadi,” ujarnya.

Sesuai dengan kesepakatan International Maritime Organization (IMO), seharusnya tidak boleh ada pipa gas di alur pelayaran. Diketahui, pipa gas yang menyimpang di APBS itu ada sejak 2010. Sebelumnya, pemilik perusahaan tersebut sepakat segera memindahkan dua pipa gas itu ke luar APBS pada pertengahan Desember 2014. Paling lambat pertengahan Januari 2015. ”Sekarang kami masih menunggu pemindahan pipa gas itu,” jelasnya.

Edi juga menggambarkan besarnya dampak keberadaan dua pipa gas tersebut terhadap APBS. Yang pasti, alur pelayaran terbatas. Kapal-kapal tidak bisa bebas membawa beban besar. Dampaknya, harga barang-barang logistik lebih mahal. Ujung-ujungnya, kondisi itu tidak mendukung peningkatan ekonomi Jawa Timur. ”Jadi, beban kapal terbatas. Sebab, jika dioptimalkan mengangkut beban barang, kapal bisa bertabrakan dengan pipa gas,” tambahnya, sebagaimana dilansir maritimedia.com.

Padahal, lanjut Edi, revitalisasi APBS dilakukan agar kapal di area tersebut bisa mencapai 67.000 pergerakan per tahun. Sebab, selama ini kapasitas alur pelayaran itu hanya 27.000 pergerakan. Di sisi lain, kapasitas existing mencapai 43.000 per gerakan per tahu sehingga rawan terjadi tabrakan atau benturan antarkapal.

Edi juga berharap, pemindahan dua pipa gas yang melintang tersebut bisa diselesaikan sesuai dengan kesepakatan, Desember 2014 atau pertengahan Januari 2015. Dengan begitu, revitalisasi selesai tepat waktu sebelum memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. ”Kami harapkan APBS ini bisa memfasilitasi pemilik bisnis,” tandasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here