Riau Kepulauan Bakal Dapat Kucuran Dana Untuk Pembangunan Pelabuhan Perintis

0
335
ilustrasi: Jembatan Tengku Fisabilillah, Batam (id.wikipedia.org)
ilustrasi: Jembatan Tengku Fisabilillah, Batam (id.wikipedia.org)

Bogor – (suaracargo.com)

Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla bakal mengalokasikan dana sebesar Rp3 triliun untuk pembangunan pelabuhan perintis dan lainnya untuk Provinsi Kepri. Jumlah dana ini terangkum dalam rencana pembangunan hingga tahun 2019. Rencana itu dikatakan Gubernur H Muhammad Sani usai mengikuti pertemuan terbatas para Gubernur se-Indonesia dengan Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla dan sejumlah menteri di Kabinet Kerja, Senin (24/11) di Istana Bogor, Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sani juga menyampaikan sejumlah pembangunan yang akan dilakukan di Kepri. Gubernur Sani menjadi gubernur ke-29 yang mendapat kesempatan untuk “curhat” kepada Jokowi. Gubernur mendapat kesempatan pada pukul 16.26, setelah gubernur pertama dari Papua memulai “curhatnya”.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sani memaparkan rencana pembangunan yang sudah dan akan dilakukan. Hal pertama yang disampaikan Gubernur Sani adalah masalah konektiviti atau keterhubungan antar wilayah se Kepri. Sebagai wilayah yang memiliki 2.408 pulau, Gubernur ingin antar satu daerah dengan daerah lainnya terhubungi dengan berbagai jalur transportasi.

Selain jalur laut, beberapa wilayah juga perlu dihubungkan dengan bandar udara. Beberapa di antaranya sudah dirintis pembangunannya. Kapal roro yang sudah ada, juga harus terhubung lagi dengan beberapa wilayah di Kalimantan dan Jambi. Saat ini, beberapa wilayah di Kepri sudah terhubung roro, seperti Batam, Bintan, Karimun, Kundur, Lingga, hingga ke Riau daratan. Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla bakal mengalokasikan dana sebesar Rp3 T untuk pembangunan pelabuhan perintis dan lainnya untuk Provinsi Kepri. Jumlah dana ini terangkum dalam rencana pembangunan hingga tahun 2019.

Sebagaimana dilansir tribunnews.com, hal itu dikatakan Gubernur H Muhammad Sani usai mengikuti pertemuan terbatas para Gubernur se-Indonesia dengan Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla dan sejumlah menteri di Kabinet Kerja, Senin (24/11) di Istana Bogor, Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sani juga menyampaikan sejumlah pembangunan yang akan dilakukan di Kepri. Gubernur Sani menjadi gubernur ke-29 yang mendapat kesempatan untuk “curhat” kepada Jokowi.

Gubernur mendapat kesempatan pada pukul 16.26, setelah gubernur pertama dari Papua memulai “curhatnya”. Dalam kesempatan itu, Gubernur Sani memaparkan rencana pembangunan yang sudah dan akan dilakukan. Hal pertama yang disampaikan Gubernur Sani adalah masalah konektiviti atau keterhubungan antar wilayah se Kepri.

Sebagai wilayah yang memiliki 2.408 pulau, Gubernur Sani ingin antar satu daerah dengan daerah lainnya tetap saling terhubung dengan berbagai macam jalur transportasi. Selain jalur laut, beberapa wilayah juga perlu dihubungkan dengan bandar udara. Beberapa di antara wilayah-wilayah itu sudah dirintis pembangunannya. Kapal roro yang sudah ada juga harus terhubung lagi dengan beberapa wilayah di Kalimantan dan Jambi. Saat ini, beberapa wilayah di Kepri sudah terhubung roro, seperti Batam, Bintan, Karimun, Kundur, Lingga, hingga ke Riau daratan.

Pembangunan di pulau-pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan negara luar juga disampaikan Gubernur Sani. Untuk sejumlah pulau, Gubernur juga menyampaikan mengenai elektrifikasinya. Gubernur ingin seluruh wilayah di Kepri terelektrifikasi, yang tentu saja akan menggerakkan ekonomi masyarakat. Jokowi, menurut Gubernur, menyampaikan secara umum masalah kelistrikan ini.

Jokowi, kata Gubernur, memaparkan ada pengusaha yang ingin investasi listrik, tapi masalah pembeliannya oleh PLN masih belum cocok. Masalah harga ini yang akan ditentukan. “Jadi kalau orang mau investasi listrik, ada kepastian harga itu,” kata Gubernur.

Selain itu, Gubernur Sani juga memaparkan pembangunan perikanan di Kepri. Gubernur ingin industri perikanan berkembang di Kepri. Berkembangnya industri ini, diharapkan didukung oleh armada perikanan yang bisa dimanfaatkan nelayan Kepri.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here