Ruas Jalan Cibadak – Pelabuhan Ratu Terhambat Longsor Akibat Hujan

0
477
Kendaraan melintas di lokasi longsor di Jalan Cibadak-Cikembar-Cibadak, Desa/Kecamatan Bantargadung, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (18/4/2016). (Kompas.com / Budiyanto)

Sukabumi – (suaracargo.com)

Pascahujan deras yang berlangsung selama beberapa jam, ruas Jalan Cibadak-Cikembar-Pelabuhan Ratu terhambat tanah longsor. Longsor tersebut terjadi di Kampung Cikembang, Desa/Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (18/4/2016) dini hari.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00:15 WIB. Material longsor berupa tanah dan bebatuan besar menimbun ruas jalan nasional tersebut. Hingga hari Senin pukul 12:30 WIB, material longsor berupa bongkahan batu besar masih menghalangi jalan.

Selain menimbun ruas jalan selebar enam meter ini, sebuah batu besar seukuran kerbau dewasa menghantam warung yang berada di pinggiran jalan. Warung yang terbuat bilik bambu rusak dan kayu-kayu bangunannya menjadi miring. Bongkahan batu besar itu juga merubuhkan kios bensin yang ada di depan warung.

“Kami sekeluarga sempat kaget mendengar suara keras bergemuruh di luar. Setelah kami lihat keluar ternyata jalan di depan sudah tertimbun tanah dan batu-batu,” ungkap Edin (45) pemilik warung kepada Kompas.com, Senin (18/4/2016).

“Ini tempat biasa kalau ada yang ngopi di sini, sekarang rusak. Begitu juga bangunan utama juga ada yang rusak,” ujar Edin sambil menunjuk ke kayu-kayu tiang penyangga yang miring.

Saat kejadian, lanjut Edin, nampaknya tidak ada kendaraan motor (ranmor) yang melintas. Setelah tanah dan batu menimbun jalan, kendaraan baru berdatangan dan akhirnya berhenti karena tidak bisa melintas.

Arus lalu lintas mulai bisa melintas sekitar satu jam kemudian, sekitar pukul 01:00 Wib. Namun hanya satu jalur yang bisa dilintasi, karena meterial batu besar seukuran truk engkel tidak bisa digeser. Sedangkan tanah dan pepohonan yang ikut tumbang sudah bisa dibersihkan.

“Untuk menggeserkan batu seukuran anak kerbau ini juga didorong bagian depan truk toronton,” ungkap Dadang (53) salah seorang warga yang ikut kerja bakti membersihkan material tanah longsor.

Pantauan Kompas.com hingga Senin sekitar pukul 13:00 WIB, para petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Bina Marga dam unsur Muspika Bantargadung beserta masyarakat masi berupaya membersihkan material longsor.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here