Sebagian Pelabuhan di Indonesia Akan Dikelola Pihak Swasta

0
252
Ilustrasi Aktivitas bongkar muat peti kemas di Jakarta Internasional Container Terminal (JICT) Tanjung Priok, Jakarta. (republika.co.id)

Jakarta – (suaracargo.com)

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambangi kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan pembahasan mengenai privatisasi pelabuhan. Sejumlah pelabuhan akan ditawarkan pengelolaannya kepada pihak swasta dengan tujuan konektivitas.

“Jadi, saya pikir prinsipnya konektivitas. Kalau yang sudah dibangun, mungkin kita lihat apakah langsung dengan BUMN, atau tinggal kita lakukan semacam sewalah dari mereka. Tapi memang, penting harus menjadi perhatian,” kata Budi di kantor Kementerian BUMN, Rabu 10 Agustus 2016.

Menurut Budi, untuk pengelolaan pelabuhan ini, privatisasi penting untuk dilakukan. Salah satu alasan kuat adalah, agar pelancong maupun turis mancanegara dapat mudah mencapai destinasi wisata.

“Karena, apa yang kami bangun itu harus bisa dicapai dengan baik oleh penumpang, atau turis. Jangan sampai ada pelabuhan, ada bandara, tetapi tdak bisa dicapai. Nanti, apakah Pelindo akan kami dorong, atau Pelni, atau nanti ke swasta yang lain,” kata Budi, seperti dilansir viva.co.id

Dia berharap, pelabuhan-pelabuhan dapat dikembangkan ke fungsi semula untuk menjangkau daerah-daerah terpencil maupun perbatasan. Saat ini, banyak lokasi-lokasi yang sulit dijangkau, karena keterbatasan sarana transportasi.

“Saya mengatakan daerah terpencil, even itu di Sumatera, saya tetap mesti katakan itu daerah terpencil. Karena, mesti sembilan jam dari ibu kota provinsi. Juga, kendaraannya susah. Seperti ke Kerinci, Labuan Bajo, Sibolga, itu bisa dikatakan terpencil,” tutur dia.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY