Secara Bertahap, 10 Pelabuhan akan Diserahkan Kepada Pelindo

0
452
ilustras pelabuhan Pontianak (sulawesi.bisnis.com)i

Jakarta – (suaracargo.com)

Sebanyak 10 dari 20 pelabuhan unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Perhubungan akan diserahkan secara bertahap kepada PT Pelindo I, II, III dan IV pada tahun 2017 mendatang dalam skema kerjasama pemanfaatan (KSP).

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub A Tonny Budiono, Rabu (07 Desember 2016), mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah menunggu kesiapan dokumen terkait perencanaan bisnis dari Pelindo untuk diserahkan kepada Kementerian Keuangan karena aset tersebut milik negara. Tonny mengatakan hal tersebut usai konferensi pers kesiapan angkutan laut dalam menghadapi Libur Natal dan Tahun Baru 2017 di Jakarta,

“Pelindo sedang buat perencanaan bisnisnya, kalau mereka sudah memastikan baru kita kirim ke Kemenkeu, kita hanya pengguna barang, pengelolanya Kemenkeu,” katanya, seperti dilansir oleh okezone.com.

Tonny sendiri mengaku dirinya optimis Desember ini sudah ada perkembangan dari operator pelabuhan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut dan akan dimulai pada Tahun Anggaran 2017. “Prosesnya lama, mereka buat perencanaan bisnis dulu, apa yang mau dibisniskan, lokasi di mana, asetnya berapa, apa yang mau dimanfaatkan. Karena itu mungkin 10 (pelabuhan) dulu,” katanya.

Menurut dia, dari seluruh Pelindo, Pelindo III dinilai paling siap dalam rencana pengelolaan pelabuhan milik pemerintah tersebut karena potensial untuk pariwisata, contohnya Pelabuhan Lembar sebagai akses wisata Labuan Bajo.

Saat dihubungi, Direktur Utama PT Pelindo III Orias P Moedak mengaku, pihaknya siap mengelola pelabuhan yang akan dikerjasamakan tersebut. “Kami sudah siap, saat ini juga sedang rapat terus di Kemenhub, prinsipnya kerja sama yang sudah diterima oleh Kemenhub kita akan jaga levelnya,” katanya.

Dia memastikan, kerja sama tersebut tidak akan merugikan negara karena pihaknya akan konsisten untuk membayarkan kewajiban yang tertera dalam perjanjian. “Kalau bisa mengusahakan lebih kita ‘sharing’ (bagi), kalau lebih kita juga akan bayar,” katanya. Orias mengatakan pihaknya juga akan menanamkan modal untuk alat-alat di pelabuhan apabila diperlukan. “Akan kita lihat dulu kondisinya seperti apa, di tempat-tempat di Bima, Badas dan Dompu itu lebih ke padi dan jagung, jadi lebih ke curah. Apabila enggak perlu pakai kontainer, enggak mesti, kita bisa sesuaikan,” katanya.

Berdasarkan Data Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, PT Pelindo I mendapatkan Pelabuhan Gunung Sitoli, PT Pelindo II menerima Pelabuhan Sintete. Sementara itu, PT Pelindo III mendapatkan tiga pelabuhan yakni Pelabuhan Bima, Badas dan Lembar dan PT Pelindo IV menerima paling banyak, antara lain Pelabuhan Bungkutoko, Pelabuhan Arar, Pelabuhan Bitung, Pelabuhan Manokwari dan Pelabuhan Merauke.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here