Sedikit Tentang Kecelakaan Pesawat Terbang

0
344

Menurut pengamat penerbangan Alvin Lee mengatakan bahwa pesawat Airbus tipe A320 memiliki sistem pengaman berlapis. Sistem ini, mampu menangkal kejadian ekstrem yang dialami pesawat.

“Misalnya dalam kondisi tiba-tiba pesawat menukik sangat tajam dan sangat mendadak, maka sistem akan menstabilkan pesawat sendiri secara otomatis,” kata Alvin seperti yang dikutip oleh harian Tempo, Selasa, 24 Maret 2015.

Menurutnya, kecelakaan Airbus ini kecil hubungannya dengan teknologi yang digunakan. Angka kejadian kecelakaan Airbus dan Boeing terlihat lebih besar. Karena keduanya yang paling sering dipakai dunia penerbangan.

“Oleh sebab itu, argumentasi bahwa pesawat Airbus kerap jatuh tak dapat dijadikan dasar argumentasi,”tegasnya.

Dalam kicauan di twitter, mantan anggota DPR dari Fraksi PAN di masa awal reformasi ini menjelaskannya lebih rinci. Berdasar data statistik faktual, ada beberapa yang bisa ditararik kesimpulan berkenaan dengan kecelakaan pesawat terbang.

Pertama, paling tidak ada sekitar 54% insiden dan kecelakaan terjadi pada pesawat jenis Jet. Sementara itu 46% pada pesawat jenis Baling-baling, lebih rendah.

CA52cXvWAAAR7EI

Kedua, sebanyak 43% insiden dan kecelakaan terjadi pada saat pesawat hendak mendarat (landing). Sementara saat pesawat sedang menjelajah (penerbangan) hanya ada 10% kejadian. Sebuah besaran yang yang sangat timpang.

CA52JZNXEAA9I9u

Ketiga, rasio terjadinya insiden dan kecelakaan pesawat komersial di seluruh dunia berkisar 2,8 kejadian dalam setiap 1Juta keberangkatan pesawat (tahun 2013), atau sekitar 0,0028. Angka ini terendah dalam kurun waktu lima tahun ke belakang.

CA51uv_WUAALyXT

@lambangsarib

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY