Sejumlah Asosiasi Setujui Kenaikan Tarif Angkutan Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok

0
406
Suasana aktifitas bongkar muat peti kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (2/9/2014) (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Suasana aktifitas bongkar muat peti kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (2/9/2014) (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Jakarta – (suaracargo.com)

Sejumlah asosiasi di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok menyetujui tarif angkutan barang dan peti kemas dari dan ke pelabuhan Tanjung Priok naik sebesar 20 persen.

Kesepakatan tersebut setelah dilakukan rapat koordinasi asosiasi penyedia dan pengguna jasa di pelabuhan Tanjung Priok yang dihadiri oleh Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) DKI Jakarta, BPD Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) DKI, DPD Gabungan Perusahaan Eksportir Indonesia (GPEI) DKI, Indonesia National Shipowners Association (Insa) Jaya,.

Selain itu DPW Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) DKI Jakarta, DPW Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (Asdeki) DKI, dan DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (Alfi) DKI Jakarta.

Ketua Angsuspel DKI Jakarta, Gemilang Tarigan, mengatakan bahwa keputusan penaikkan tarif angkutan barang dan peti kemas dari dan ke pelabuhan Tanjung Priok sebesar 20 disetujui pasa hari Jumat (21/11). Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar yang semula Rp5.500 menjadi Rp8.500 per liter atau naik 36,3 persen.

Sebagaimana dilansir poskotanews.com, Gemilang mengatakan pula bahwa Angsuspel DKI Jakarta segera menerbitkan surat edaran kepada seluruh pengguna jasa angkutan pelabuhan Priok untuk mematuhi pedoman tarif yang sudah disepakati asosiasi di pelabuhan tersebut.

Tarif angkutan pelabuhan yang baru itu berlaku untuk pelayanan angkutan barang dan peti kemas pada hari biasa maupun hari minggu atau hari libur resmi yang dilakukan setiap hari selama 24 jam. Pengecualian tarif tersebut berlaku pada hari libur Idul Fitri dan Tahun Baru.

Adapun tarif paket dikenakan atas kegiatan angkutan peti kemas isi dari pelabuhan Tanjung Priok ke tempat pemilik dan angkutan peti kemas kosong dari tempat pemilik ke depo peti kemas. Tarif paket juga berlaku untuk kegiatan angkutan peti kemas kosong, dari depo peti kemas ke tempat pemilik dan angkutan peti kemas isi dari tempat pemilik ke pelabuhan Tanjung Priok.

Sedangkan tarif lintasan atau repo full dikenakan atas kegiatan angkutan peti kemas isi ukuran 20 kako maupun 40 kaki dari tempat pemilik/depo peti kemas ke pelabuhan Priok atau sebaliknya, dihitung 75 persen dari besaran tarif paket.

Pembatalan penggunaan angkutan oleh pengguna jasa akan dikenakan cancellation fee yakni 50 persen dari tarif yang berlaku apabila sarana pengangkutnya sudah tiba di tempat pemuatan.

Pihak pengangkut juga wajib mengganti kerugian atas kehilangan atau kerusakan barang yang terjadi selama dalam pelayanan pengangkutan. Tanggung jawab pengangkut atas kerugian tersebut setinggi-tinginya Rp100 juta.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here