Sekitar 2000 Pekerja di Pelabuhan Tanjung Priok Terancam Kehilangan Pekerjaan

0
172

168722_620

Jakarta – (suaracargo.com)

Sekitar 2000 Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Priuk terancam menjadi pengangguran. Ini lantaran Pasal 3 ayat 4 Pereturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No 60 tahun 2014 dianggap tidak berpihak kepada pekerja.

Nurtakim Ketua Serikat Pekerja Maritim Indonesia (PC FSPMI) Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara mengatakan, apabila peraturan tersebut tetap dijalankan maka dipastikan akan muncul berbagai permasalahan di dalam Pelabuhan.

Masalah-masalah itu bisa muncul karena pasal 3 ayat 4 menjelaskan bahwa pekerja bongkar muat berasal dari badan usaha yang berbentuk badan hukum Indonesia yang meliputi Perseroan Terbatas, koperasi dan yayasan itu akan membuat pemilik modal ikut campur di pelabuhan. Akibatnya TKBM yang asli di pelabuhan bisa terkikis lantaran kalah bersaing dengan pemilik modal.

“Kami akan terkikis karena pemilik modal nantinya akan seenaknya saja di pelabuhan,” tutur Nurtakim, seperti dilansir poskotanews.com. Nurtakim melanjutkan, Permenhub itu akan berimbas bukan hanya pada pelabuhan di Jakarta. Daerah-daerah lain pun akan merasakan hal yang sama. Sebab apabila pemerintah tidak merevisi Permenhub tersebut, seluruh pekerja di pelabuhan yang ada di Indonesia akan menjadi pengangguran.

Nuryadi, Sekertaris Serikat Pekerja Maritim Indonesia (PC FSPMI) Surabaya, juga menyatakan hal yang sama. Dia meminta agar Presiden dan Menteri Perhubungan merevisi dan mengubah Permenhub No 60 tahun 2014. ”Kami ingin pasal yang tidak berpihak kepada pekerja di rubah,” katanya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY