Selain di Lapak, Batu Akiki Sekarang Juga Diual Online

    0
    388
    ilustrasi batu akiki (detik.com)
    ilustrasi batu akiki (detik.com)

    Jakarta – (suaracargo.com)

    Dahulu jual beli batu akik mungkin sebatas di pinggir jalan saja. Kemudian, bisnis itu naik kasta ke pusat perbelanjaan. Kini, bisnis tersebut sudah berkembang hingga jual beli online.

    Booming batu akik yang sudah terjadi sejak dua tahun terakhir ini, memang berimbas pada pola penjualan akik. Dahulu, orang kalau ingin membeli batu akik mungkin hanya di pinggir jalan saja atau di lapak-lapak kecil. Atau, ingin lebih lengkap bisa ke Rawa Bening, Jakarta Timur.

    Kini di situs jual beli, di forum jual beli, atau juga lewat media sosial banyak yang menawarkan batu akik. Penjualnya, mulai dari yang kecil-kecil sampai kelas pengusaha batu mulia. Ranah online dipakai karena kecenderungan kelas menengah yang kini gemar akik ingin membeli dengan cara mudah.

    Seperti penuturan Irman, pedagang batu kecil-kecilan dari Manyun Gemstone, yang memiliki lapak di dekat Jembatan Layang Cibinong. Dia biasa menjual batu Bacan lewat facebook atau juga lewat broadcast BlackBerry Messenger. “Lumayan untungnya, di Facebook sudah ada komunitasnya. Harganya bisa diadu lebih murah dari Rawa Bening,” jelas Irman, Senin (4/5/2015).

    Jualan lewat online ini memang kembali ke bisnis kepercayaan. Biasanya para pembeli hanya melihat foto-foto batu saja. Kalau pembeli di luar kota, pembayaran lewat transfer dan pengiriman barang dipaketkan. Kalau di satu kota bisa bertemu dan melihat barang langsung. “Kita mesti jujur dengan pembeli, ini soal bisnis kepercayaan,” tambah dia, sebagaimana dilansir detik.com

    Lain dulu lain sekarang. Lapak pinggir jalan berubah jadi lapak online. Tapi, memang mesti ekstra hati-hati membeli lewat online. Salah beli salah ambil batu, uang melayang.

    Tak hanya Irman, seorang pecinta batu akik lainnya, Gopal juga biasa menjual lewat online. Gopal yang mengaku sekedar iseng jual beli akik ini mengaku biasanya memasang di gambar di BBM-nya. Atau dia pasang di facebook miliknya. Biasanya tak lama temannya ada yang menyambar menawar batu yang ditawarkan. “Ini mah iseng-iseng, batu-batu mulia yang nggak ada matinya,” imbuh Gopal yang mempunyai lapak di Bekasi ini.

    Jadi tak perlu buka pameran batu atau buka kios di pinggir jalan buat jual akik. Cukup saja pasang di media sosial atau di BBM. Anda tertarik jadi pedagang akik juga?

    Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here