Selama Tahun 2017, Aktivitas Bongkar Muat Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Redeb Meningkat

0
191
PETI KEMAS: Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Redeb sudah semakin penuh dan harus segera direlokasi.

Tanjung Redeb – (suaracargo.com)

Berdasarkan data dari Pelabuhan Kelas III Tanjung Redeb, aktivitas bongkar muat angkutan peti kemas atau angkutan kontainer selama tahun 2017 mencapai 20.029 teus. Mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang mencapai 15.430 teus.

Menurut petugas Pengawasan Barang Muatan Lalu Lintas Laut Pelabuhan, Agus mengatakan, untuk tahun 2017 jumlah kapal yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Redeb, mencapai 63 kapal. Di mana, untuk kapal ini berasal dari PT SPIL Balikpapan dan PT TEMAS Surabaya.

“Saat ini ada penambahan 4.599 teus peti kemas. Ini menandakan adanya peningkatan pembangunan dan perekonomian masyarakat di daerah ini,” terangnya kepada Berau Post, Jumat (16/3) siang.

Lanjutnya, bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Redeb, saat ini masih didominasi kebutuhan bahan bangunan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Berau.

“Di mana, rata-rata bongkar muat peti kemas mencapai 841 teus dalam sebulannya. Adapun muatannya terdiri dari semen, beras, pupuk, minyak makan, maupun kebutuhan pokok lainnya yang didatangkan dari Pulau Jawa, Sulawesi dan sebagainya,” terangnya.

Adapun dalam melakukan aktivitas bongkar muat peti kemas, kegiatan itu dilakukan selama tiga hari dengan menggunakan kontainer yang dimiliki masing-masing perusahaan tersebut.

“Dalam melakukan bongkar muat peti kemas keungunggulannya yaitu barang yang terpesan aman dan kualitasnya lebih baik daripada menggunakan pengiriman bongkar muatan kapal lainnya,” ucapnya.

Adapun dalam muatan peti temas yang digunakan ukuran sekitar 20 feat (ft), yang bisa mengangkut sebanyak 20 ton atau sekitar 20.000 kg per unitnya. Berdasarkan data dari Pelabuhan Tanjung Redeb tahun 2017, aktivitas bongkar muat masih dipadati pada Desember ada sekitar 2.552 teus dengan barang bangunan dan kebutuhan pokok.

Ia juga menambahkan, melalui sistem peti kemas ini dapat mempercepat aktivitas bongkar muat dan pendistribusian barang. Pada akhirnya dapat menjaga stabilitas stok dan harga berbagai kebutuhan masyarakat di Berau.

“Aktivitas bongkar muat di pelabuhan cukup tinggi, karena ketersediaan sarana dan prasarana pendukung yang dimiliki cukup memadai, sehingga kami juga terus berupaya meningkatkan infrastruktur untuk mengoptimalkan bongkar muat dan distribusi berbagai kebutuhan pokok,” tutupnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here