Semester Pertama 2017 Sulut Ekspor Tepung Kelapa Ke-31 Negara

0
350
ilustrasi kelapa (republika.co.id)

Manado – (suaracargo.com)

Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengekspor tepung kelapa ke 31 negara pada semester pertama tahun 2017. “Periode Januari-Juni, Sulut telah mengekspor tepung kelapa ke 31 negara baik di Asia, Eropa, Amerika maupun Afrika,” kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut, Darwin Muksin di Manado, Jumat (25/8).

Darwin mengatakan, ke 31 negara tersebut adalah Jerman, Rusia, Cina, Inggris, Belanda, Selandia Baru, Italia, Mesir, Slovenia, Brasil, Australia, Belgia, Uruguay, Amerika Serikat, Korea. Kemudian ke Austria, Afrika Selatan, Hongkong, Taiwan, Uni Arab Emirat, Lithuania, Argentina, Angola, Hungaria, Norwegia, Kasakztan, Polandia, Georgia, Portugal, Latvia, dan Yunani.

Dia mengatakan, tepung kelapa yang diekspor ke 31 negara sebanyak 19,59 juta ton dengan sumbangan devisa bagi negara sebesar 9,96 juta dolar Amerika Serikat (AS). Ia menjelaskan, permintaan tepung kelapa yang tinggi dari berbagai negara tersebut harus dimanfaatkan dengan baik oleh petani dan pengekspor Sulut.

“Pembeli asal Eropa, Amerika, Asia dan Afrika sangat memperhatian kualitas, kuantitas dan kontinuitas pengiriman barang,” katanya, seperti dilansir republika.co.id

Sehingga, pemerintah terus mengingatkan agar pengekspor Sulut dapat menjaga akses pasar yang sudah tercipta tersebut. Dengan demikian, diharapkan pasar akan merambah ke negara tetangga lainnya di Eropa, Asia, Amerika dan Afrika lebih besar lagi.

Pembeli internasional jika sudah memutuskan membeli suatu produk, menurut dia, berarti telah melewati berbagai tahapan seleksi. “Pasar internasional memilih tepung kelapa Sulut berarti kualitasnya sudah teruji dan diharapkan dapat dipertahankan ataupun lebih ditingkatkan,” katanya, seperti dilansir republika.co.id.

Pemerintah berharap agar produk turunan kelapa yang diekspor bukan hanya tepung kelapa. Tapi bisa lebih banyak lagi diversifikasinya karena mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here