Sering Diterpa Ombak Besar, Pelabuhan Samatiga Perlu Breakwater

0
416
TERBAKAR - Tim labfor Polda Jatim memeriksa bangkai kapal barang yang terbakar di Pelabuhan Umum Gresik, Senin (3/7/2017). (Surya/Sugiyono)

Meaulaboh – (suaracargo.com)

Pelabuhan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat membutuhkan penahan ombak (breakwater) menyusul seringnya terjadi terpaan ombak tinggi menghantam pelabuhan sejak mulai beroperasi 2016 lalu. Kepala Dinas Perhubungan Aceh Barat Saiful AB kepada Serambi kemarin mengatakan keberadaan breakwater di Pelabuhan Samatiga dinilai sudah sangat mendesak untuk memudahkan kapal bersandar ke pelabuhan.

“Persoalan ini sudah pernah disampaikan ke pihak provinsi dan pemerintah pusat,” katanya. Ia sebutkan pembangunan breakwater segera mendapat respons pemerintah untuk mengatasi kendala kapal bersandar di pelabuhan. Sebelumnya pada Jumat pekan lalu KMP Teluk Sinabang yang sedang bersandar juga gagal berangkat karena dihantam ombak yang berdampak pada penumpang dan kendaraan terpaksa dialihkan ke Pelabuhan Labuhan Haji Aceh Selatan.

Menurut Saiful selain breakwater, sejumlah fasilitas lain juga mendesak dibangun meliputi lampu penerang dermaga, pagar depan pelabuhan, mobiler kantor pelabuhan seperti meja dan alat kantor dan sejumlah fasilitas lainnya. “Kalau mengandalkan dana APBK tentu tidak mampu. Apalagi breakwater itu pembangunannya membutuhkan dana yang sangat besar,” katanya.

Sementara itu Saiful menambahkan KMP Teluk Sinabang yang pada Minggu (2/7) sedianya kembali bersandar di Pelabuhan Samatiga Aceh Barat. Namun kemarin ditutup dan melayari rute Sinabang-Labuhan Haji. “Sementara waktu KMP Teluk Sinabang melayari Sinabang-Labuhan Haji terutama musim arus balik pascalebaran Idul Fitri. Ini sambil menunggu cuaca yang buruk kembali membaik,” jelas Kepala ASDP Meulaboh Desrizal kemarin, seperti dilansir Serambi Indonesia.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here