Setelah Lalui Proses Uji Coba 6 Bulan, Pelabuhan Teluk Lamong Diresmikan

0
422
ilustrasi Pelabuhan Teluk Lamong (atrya.co.id)
ilustrasi Pelabuhan Teluk Lamong (atrya.co.id)

Surabaya – (suaracargo.com)

Setelah melewati masa uji coba selama enam bulan, Pelabuhan Terminal Peti Kemas Teluk Lamong yang dikelola Pelindo III akhirnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat, (22/5). Presiden Jokowi mengatakan, pembangunan dan perluasan pelabuhan sangat diperlukan. “Membangun pelabuhan itu memang harus seperti ini, harus 4 atau 5 kali lebih besar dari biasanya supaya nggak cuma jadi program 5 tahun tapi bisa berkembang terus sampai puluhan tahun,” kata Jokowi.

Jokowi juga mengingatkan pelabuhan di Indonesia harus terintegrasi agar biaya transportasi dan logistik bisa ditekan. Bila semua sudah terintegrasi dengan baik, maka biaya bisa ditekan hingga separuhnya. “Makanya saya katakan, jangan tanggung-tanggung. Bangun 200 hektare plus dengan kawasan industri. Jadi bisa menjangkau perkembangan sampai 50-100 tahun ke depan” ujar Jokowi, seperti dilansir sinarharapan.co.

Selain meresmikan Terminal Teluk Lamong, Presiden dalam kesempatan itu juga meresmikan revitalisasi Alur Pelayaran Barat Surabaya. Kapal pertama yang bersandar dan melakukan bongkar muat setelah diresmikan adalah MV Marine Bia dari perusahaan Samudera Shipping Line. Kapal internasional itu mempunyai rute Surabaya-Singapura.

Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto juga menjabarkan kecanggihan dan keramahan lingkungan yang diterapkan di Terminal Teluk Lamong, Jawa Timur. Djarwo juga memaparkan Terminal Teluk Lamong yang dikelola oleh Pelindo III dibangun tanpa menggunakan dana APBN dan mampu bekerja sama dengan ahli-ahli dari dalam negeri.

Dalam ruang kontrol, Presiden diperlihatkan kecanggihan ASC (Automated Stacking Crane) yang merupakan terbesar di ASEAN, dan baru digunakan di empat negara di seluruh dunia. ASC ini akan menaruh secara otomatis dan terkontrol ke dalam Automotive Terminal Trailer yang khusus disediakan di lingkungan terminal. Trailer ini menggunakan bahan bakar gas sehingga saat dioperasikan tidak banyak menimbulkan polusi udara.

Trailer ini pula yang mengantarkan peti kemas ke depan, dimana telah menunggu trailer milik konsumen. Segala aktivitas di dalam pelabuhan dan terminal peti kemas dikendalikan oleh pengelola dengan bus dan segala kendaraan berbahan bakar gas. “Konsep ini membuat pelabuhan terhindar dari polusi. Kami juga menjamin semua menjadi serbateratur dan lebih efisien,” kata Djarwo.

Pada tahap awal ini, imbuhnya, Pelabuhan Teluk Lamong memiliki kapasitas 1,5 juta TEUS. Ke depan, Pelindo III akan meningkatkan kapasitas Terminal Teluk Lamong hingga 5,5 juta TEUS sampai 2020.

Saat peresmian tersebut, Presiden juga didampingi oleh Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno, Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Susilo, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here