Setelah Terhambat Banjir, Kegiatan Inspeksi Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok Kembali Dilakukan

0
474
Ilustrasi Peti kemas di Priok/Akhmad Mabrori
Ilustrasi Peti kemas di Priok/Akhmad Mabrori

Jakarta – (suaracargo.com)

Kegiatan inspeksi peti kemas impor di tempat pemeriksaan fisik terpadu (TPFT) Pelabuhan Tanjung Priok mulai dilakukan kembali hari Kamis (12/2). Sebelum itu, kegiatan inspeksi di sana mengalami hambatan pasca banjir dua hari kemarin.

Keterangan mengenai kondisi di lapangan tersebut dikemukakan Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok, Bahaduri Wijayanta, saat coffe morning dengan wartawan di Pelabuhan Priok, hari Kamis (12/2).

Wijayanta menjelaskan pula bahwa dua fasilitas TPFT di Pelabuhan Priok dioptimalkan karena lapangan eksisting saat ini sudah kering dari banjir. “Kemarin memang ada kendala inspeksi karena kondisi dilapangan terendam banjir.Tetapi hari ini sudah berangsur normal,”paparnya, sebagaimana dilansir bisnis.com.

Dia mengatakan, Bea Cukai sangat berkepentingan menjaga kelancaran arus barang di Pelabuhan. Jika tidak dijaga, penumpukan barang bisa terjadi di kawasan pelabuhan Priok. Disisi lain, kata dia, untuk memudahkan pelayanan kepada pengguna jasa, Bea Cukai Priok mengharapkan pare pengguna jasa lebih optimal memanfaatkan fasilitas informasi status dokumen melalui pesan layanan singkat (SMS) melalui call center yang sudah disiapkan.

Direktur Eksekutif Graha Segara, Roy Rayadi mengatakan, mulai hari ini (12/2) seluruh fasilitas lapangan di Graha Segara sudah difungsikan normal, karena sudah tidak tergenang banjir. “Hari ini lapangan Graha Segara seluruhnya sudah kering, inspeksi di TPFT sudah berjalan seperti biasa,”ujarnya dikonfirmasi Bisnis,hari ini.

Akibat banjir melanda kawasan Pelabuhan Tanjung Priok dalam dua hari terakhir kemarin, kegiatan inspeksi peti kemas impor yang wajib di periksa oleh petugas karantina dan pabean di lokasi TPFT Pelabuhan tersebut anjlok hingga 35 persen.

Kepala Balai Karantina Pelabuhan Tanjung Priok, Purwo Widiarto mengatakan, selama banjir yang terjadi sejak awal pekan ini, aktivitas pemeriksaan di TPFT menurun antara 25-35 persen dari kondisi normal. “Biasanya perhari, barang impor yang masuk ke TPFT bisa mencapai rata-rata 350 bok, tetapi kini akibat banjir frekuensinya berkurang hingga 35%,” ujarnya kepada Bisnis.

Di Pelabuhan Priok, kegiatan inspeksi barang/peti kemas impor dilakukan pada dua lokasi tempat pemeriksaan fisik terpadu (TPFT), yakni lapangan continer depo center (CDC) Banda yang dioperasikan Multi Terminal Indonesia-anak usaha IPC/Pelindo II, dan di lapangan behandle Graha Segara.

Inspeksi pada dua lokasi TPFT tersebut selama ini dilakukan secara terpadu oleh petugas Bea dan Cukai serta Petugas Karantina Pelabuhan Tanjung Priok. Kendati, terjadi penurunan frekuensi kegiatan isnpeksi peti kemas impor, imbuhnya, namun petugas pemeriksa masih melakukan kegiatan seperti biasanya. “Kita tempatkan petugas di TPFT tetap berjalan seperti biasa,”ucap Purwo, sebagaimana dilansir bisnis.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here