SKK Jamin PLB Sorong Bisa Hemat Biaya Logistik

0
435
ilustrasi pusat logistik berikat (sentananews.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas) menjamin, Pusat Logistik Berikat (PLB) bagi peralatan migas di Sorong, Papua Barat akan mampu menyediakan kebutuhan peralatan hulu migas di Indonesia Timur. PLB tersebut rencana akan dibangun oleh pemerintah di sana.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat SKK Migas Elan Biantoro mengungkapkan, pembangunan PLB ini bisa memangkas ongkos logistik peralatan migas karena Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) bisa memanfaatkan fasilitas itu secara bersama sama. Hal ini, jelasnya, bisa mengurangi pembebanan cost recovery yang dibayarkan Pemerintah kepada KKKS.

“Kalau bisa patungan kan bisa lebih murah, karena ada pemanfaatan infrastruktur bersama. Sedangkan kalau sendiri-sendiri cost recovery bisa lebih mahal,” ujar Elan ditemui di kantornya, kemarin malam.

Kendati demikian, ia tak punya angka pasti terkait penghematan yang dimaksud. Namun, ia mencontohkan penghematan di sisi logistik yang bisa dikurangi KKKS sehingga meringankan beban cost recovery.

Ia mencontohkan, biaya pendatangan dan pengembalian peralatan migas (mobilisasi dan demobilisasi) antara Singapura hingga Indonesia Timur yang sekiranya bisa menelan US$1 juta hingga US$2 juta. Terlebih lagi, dengan adanya PLB di Sorong, peralatan migas bisa mudah diawasi karena sudah memiliki tempat dan SKK Migas bisa lebih mudah melakukan inspeksi.

Ia menjelaskan, kadang peralatan migas yang disewa untuk eksplorasi ada yang dalam kondisi tidak baik. Dengan argo tarif penyewaan yang sudah dimulai, namun alat tidak bisa digunakan, Elan berujar itu akan merugikan negara secara finansial.

“Pokoknya jangan sampai peralatan itu ketika survei malah rusak di tengah jalan, karena standby cost (peralatan migas) juga kami yang bayarkan. Kami bayarnya dilakukan sekaligus dalam satu waktu (lump sum) dengan daily rate US$15 ribu hinga US$20 ribu, siapa sih yang mau bayar sehari sampaiRp 100 juta lebih,” jelasnya, seperti dilansir cnnindonesia.com.

Sampai sejauh ini, tambahnya, sudah ada beberapa perusahaan yang berminat menjadi operator PLB tersebut namun ia tak ingat nama-nama perusahaannya. Namun jika sudah terbangun, PLB itu bisa dimanfaatkan KKKS seperti BP Berau Ltd, PT Pertamina (Persero), Genting Oil Kasuri Pte., dan Petrochina International Ltd yang memiliki wilayah operasi di Indonesia Timur.

“Tapi bukan berarti yang minat bangun PLB ya KKKS yang itu, saya tidak tahu saja. Sebetulnya kan Petrochina juga punya kawasan sendiri, tapi kan itu hanya buat dia saja,” ujarnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here