Sleman Ditunjuk Sebagai Pilot Project Sistem Integrasi Logistik Pangan

0
311
Kenaikan produksi padi sawah 2015 (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)Kenaikan produksi padi sawah 2015 (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)

Sleman – (suaracargo.com)

Sleman ditunjuk sebagai pilot project penerapan Sistem Aplikasi dan Integrasi Logistik Pangan di Indonesia. Selain mendata logistik pangan, penggunaan sistem tersebut diharapkan dapat lebih meningkatkan efisiensi sistem transaksi pertanian dalam kelembagaan desa.

Anggota Komite Ekonomi dan Industri (KEIN) Benny Pasaribu mengatakan, penerapan sistem aplikasi data tunggal pertanian tersebut dilatarbelakangi pada fakta di mana data produksi pangan masih tercerai-berai. Sampai saat ini, antarinstansi memiliki data pangan yang berbeda-beda. Misalnya, data antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan tidak sama.

“Kondisi itu berdampak pada munculnya kebijakan impor. Nah, dengan sistem aplikasi ini, diharapkan dapat menyatukan data tunggal produk pangan dan pertanian,” ujarnya di sela-sela uji coba sistem aplikasi dan integrasi logistik pangan di Rumah Dinas Bupati Sleman, Jumat (5/8/2016).

Dia menjelaskan, PT Telkom diminta untuk menyusun bersama data integrasi logistik pangan tersebut. Selain sebagai BUMN, Telkom secara sumber daya manusia dan infrastrukturnya dinilai paling siap.

“Data pangan tetap dikelola oleh BPS by name dan by address para petani. Meliputi produk pangan, luas lahan, jumlah ternak, kebutuhan pupuk dan benih,” jelasnya, seperti dilansir harianjogja.com.

Ke depan, sistem aplikasi tersebut akan dijalankan oleh masing-masing badan usaha milik desa (BUMDes). Dengan sistem seperti ini, maka pemerintah dapat mengetahui kondisi pangan di daerahnya.

“Kalau semua data terintegrasi, maka pemerintah bisa melakukan kebijakan yang tepat sasaran. Misalnya pemberian subsidi yang dilakukan akan sesuai dengan sasarannya,” katanya.

Sementara, Direktur Enterprise dan Bussiness PT Telkom Indonesia Muhammad Awaluddin menjelaskan, untuk menyukseskan sistem tersebut, pihaknya telah menyiapkan jaringan internet bagi 86 desa di Sleman. Jaringan yang disiapkan, diharapkan dapat mengakomodasi data 3.100 kelompok tani yang akan dijadikan responden.

“Kami juga siapkan konten, aplikasi berbasis smartphone di mana masing-masing BUMDes akan menjadi koordinator kelompok tani,” katanya.

Adapun survei ke petani-petani yang masih dalam tahap uji coba ini akan dilaksanakan mulai 8-26 Agustus mendatang. Masing-masing surveyor akan melakukan pendataan produk pangan, luas lahan, kemilikan lahan dan ternak. Tujuan akhirnya, pilot project tersebut akan diaplikasi seluruh desa di Indonesia.

banner-csm-atas

“Kendala infrstruktur tersolusi dengan jaringan seluler. Kami akan memastikan titik lokasi yang kendala akses layanan ini dengan menambah konektifitas, agar seluruh desa terjangkau,” tuturnya.

Terkait hal itu, Bupati Sleman Sri Purnomo program tersebut sesuai dengan visi dan misi Pemkab yang ingin mewujudkan smart regency. “Dengan adanya sistem ini, maka pemerintah bsia memiliki data potensi pertanian yang valid. Kami siap menyukseskan program ini,” katanya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here