Speed Boat Antar Pulau di Bengkalis Belum Miliki Pelabuhan yang Representatif

0
198

Bengkalis – (suaracargo.com)

Angkutan speedboat jurusan antar pulau sampai saat ini belum memiliki pelabuhan yang repsentatif. Sebagian terpaksa menggunakan pelabuhan Pelindo yang sudah ambruk, sebagian lagi membangun sendiri di belakang pasar lama Bengkalis.

Ketiadaan pelabuhan speed boat antar pulau yang reprsentatif dikeluhkan oleh sejumlah penumpang. Sebagian penumpang dari Selatpanjang atau daerah sekitarnya harus bersusah payah saat speed sandar di pelabuhan Pelindo, karena sejak beberapa tahun lalu ponton pelabuhan tersebut tenggelam.

Sedangkan speed boat lainnya, yang melayani jurusan ke sejumlah daerah di Meranti, terpaksa merapat di pelabuhan yang ada di belakang Pasar Ikan. Tempat sandar tersebut dibuat sendiri oleh pemilik speed boat, itupun berada di areal pelabuhan bongkar muat barang.

”Untuk jurusan Pekanbaru tak soal, karena speed boatnya sandar di pelabuhan BSL, tapi untuk jurusan antar pulau terpaksa menggunakan pelabuhan yang sudah roboh dan dan dermaga sandar yang dibangub ala kadarnya oleh pemilik speed di belakang pasar Ikan,” ujar M Eqbal, warga Bengkalis, Senin (29/12/2014), sebagaimana dilansir goriau.com.

Selayaknya kata Eqbal, Pemkab membangun pelabuhan speed antar pulau ini dengan bangunan yang representatif. Hal itu disebabkan karena setiap hari ada ratusan yang turun naik di dua pelabuhan yang sangat-sangat tidak layak itu.

“Saya tidak ada tahu apakah memang ada regulasi yang melarang atau bagaimana, tapi dengan anggaran Bengkalis yang begitu besar rasanya tidaklah sulit membangun pelabuhan antar pulau ini,” ujar Eqbal menambahkan.

Pelabuhan selalu diidentikkan dengan pintu gerbang atau wajah suatu daerah. Jika para tamu yang datang disambut dengan wajah atau pintu masuk yang tidak layak, secara tidak langsung menggambarkan kondisi wajah kota secara keseluruhan.

Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD Bengkalis, H Indra Gunawan saat dimintai tanggapannya mengatakan, dirinya tidak menampik jika fasilitas atau infrastruktur pelabuhan antar pulau ini tidak memadai bahkan tidak layak. Dirinya yang selalu berpergian menggunakan speedboat juga merasakan kondisi itu.

”Harus saya akui saat ini kondisi lokasi sandar pelabuhan antar pulau terutama jurusan Selatpanjang dan sekitarnya sangat tidak layak. Saya akan pelajari dulu, apakah memang ada regulasi yang melarang kita membangun atau seperti apa ketentuannya. Ini akan menjadi catatan saya insyaallah akan saya perjuangkan,” ujar Ketua DPD II Partai Golkar Bengkalis ini.(jfk)

 

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY