Sterilisasi Pelabuhan Cirebon

0
479

Sejak tnggal 3 Desember lalu Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat dilakukan sterilisasi.  Warga yang tidak berkepentingan dengan aktivitas bongkar muat tidak diijinkan lagi memasuk.  Kebijakan ini diambil pihak Pelindo II Cirebon sebagai upaya penertiban dan penataan kawasan pelabuhan yang selama ini semrawut.

Masyarkat yang dulunya berprofesi  sebagai pencari dan pengorek batu bara dilarang masuk. Akibatnya, mereka tidak bisa lagi  mencari nafkah. Mereka pun berunjukrasa menentang peraturan ini. “Setiap hari kami mendapat Rp. 30,000- 40,000 dari mengorek sisa sisa batu bara yang jatuh dari truk atau tongkang. Kami mencari ini semenjak tahun 2004 saat batu bara mulai ramai bongkar muat disini. Kalau dilarang seperti saat ini, kemana dan bagaimana  kami harus  mencari nafkah ? Hanya ini yang kami bisa.”  Kata salah satu pengunjuk rasa.

“Kebijakan ini tidak untuk memusuhi masyarakat, tetapi menjaga lingkungan pelabuhan agar steril sesuai dengan peraturan internasional. Dimana mana pelabuhan harus bersih dan steril dari kegiatan lain dari kegiatan lain diluar kepentingan pelabuhan.” Kata Hadadi Soerja Djanegara, General Manager PT. Pelabuhan Indonesia II Cabang Cirebon, Rabu (17/12) di kantornya.

Hadadi menuturkan, sterilisasi pelabuhan adalah kebijakan biasa dan wajar di pelabuhan manapun. Sesuai ketentuan bahwa pelabuhan tidak bisa dimasuki sembarang orang tanpa kepentingan yang jelas.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here