Sulsel Kini jadi Gerbang Indonesia Timur berkat Infrastruktur yang Memadai

0
215
Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo. ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang
Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo. ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang

Jakarta – (suaracargo.com)

Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kini menjadi provinsi dengan perkembangan ekonomi paling pesat di Indonesia bagian timur. Letak propinsi itu sangat strategis karena berada di tengah NKRI dan berdekatan dengan laut yang menghubungkan benua Asia dan Australia. Faktor inilah yang membuat Sulsel kini menjadi pintu gerbang ke kawasan Timur. Demikian diantara sepatah kata sambutan yang disampaikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, dalam acara South Sulawesi Investment Luncheon di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (23/10/2014).

Menurut Syahrul, Sulsel sudah menjadi titik pusat perekonomian dan perdagangan di Indonesia Timur sejak jaman kerajaan. “Sekitar 62% wilayah Indonesia yang kaya ada di wilayah bagian timur. Sejak dulu Sulsel adalah enegizer alias pendorong utama pertumbuhan perekonomian di Indonesia Timur karena letaknya yang strategis. Dua belas propinsi di wilayah timur dikontrol dari Sulsel,” kata pria kelahiran Makassar 16 Maret 1955 ini, sebagaimana dilansir metrotvnews.com.

Syahrul juga menambahkan bahwa untuk meningkatkan pendistribusian barang ke pulau dan provinsi di Indonesia Timur, pihaknya terus menggalakkan pembangunan infrastruktur di Sulsel. “Semua barang yang masuk ke Makassar bisa didistribusikan ke pulau-pulau dan provinsi di Indonesia Timur. Kami punya pelabuhan, bandara terlengkap di luar Pulau Jawa. Bahkan sebentar lagi, Bandara Hassanudin di Makkasar akan menjadi bandara ke-2 setelah Bandara Soekarno-Hatta yang menjadi tempat transit penerbangan ke Asia, Australia dan Pasifik,” tutur alumnus Universitas Hasanuddin ini.

Hingga kini, Syahrul mengakui bahwa Sulawesi Selatan memiliki total 62 pelabuhan barang, 3 pelabuhan ekspor barang, dan 10 bandara yang berfungsi untuk mendistribusikan barang ke seluruh pulau di Indonesia Timur. “Sebentar lagi Sulsel punya rel kereta api yang baru saja groundbreaking tahun ini. Dengan infrastruktur yang lengkap ini, tidak ada pulau di Indonesia Timur yang tak bisa terjangkau,” tukasnya.

Sebagai informasi, rel kereta api akan dibangun sepanjang 145 kilo meter dari Makassar ke Pare-pare. Pembangunan rel ini menelan investasi sebesar Rp9,6 triliun, dan direncanakan mulai beroperasi pada 2016. Pembangunan rel kereta api ini diharapkan menjadi solusi penghubung jalur darat antar kota di Sulawesi.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY