Sumsel Akan Miliki Rel Kereta Sepanjang 375 KM Tahun 2017

0
433
Rangkaian Kereta Barang - tribunnews.com
Rangkaian Kereta Barang – tribunnews.com

Jakarta – (suaracargo.com)

Jalur rel kereta api atau railway single track sepanjang 375 km tak lama lagi akan ada di Sumatera Selatan. Jalur kereta api tersebut akan dibangun mulai dari Tanjung Enim sampai ke Tanjung Api-api. Rencananya, pengerjaan railway mulai dilakukan tahun depan dan rampung pada tahun 2017.

Rencana pembangunan itu dipaparkan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, dalam acara bertajuk Regional Government Conference (RGC). RGC sendiri merupakan bagian dari event Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2014 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (6/11/2014). Sebagaimana diketahui publik, Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2014 adalah pameran infrastruktur berskala internasional.

Menurut Alex, keberadaan rel kereta api sepanjang 375 km ini akan membuat perekonomian di Sumatera Selatan yang sangat kaya dengan hasil tambang batubara akan berkembang lebih pesat. Sebab, jalur kereta ini dapat digunakan untuk mengangkut batubara dan komoditas tambang lain dengan lebih cepat, efesien serta ramah lingkungan. “Maka railway akan membuat produksi batubara Sumsel meningkat signifikan. Ini adalah efek positif bagi masyarakat Sumsel,” ujar Alex di depan ratusan calon investor.

Menurutnya, pembangunan railway akan diprakarsai oleh PT Mega Guna Ganda Semesta selaku salah satu calon investor utama. Selain sebagai pengangkut hasil tambang terutama batubara, kata Alex, railway ini juga akan membuka isolasi daerah terpencil di Sumsel dan mempercepat pembangunan di daerah-daerah tersebut, terutama Banyuasin.

Dalam kesempatan itu, Alex juga mempromosikan proyek infrastruktur lainnya di depan para investor. Selain railway dari Tanjung Enim sampai Tanjung Api-api, proyek yang dipromosikan Alex di antaranya; TAA Special Economic Zone termasuk Port of Tanjung Carat, Toll Road, dan Jakabaring Sport City. Menurut Alex, railway ini sebenarnya penunjang untuk Tanjung Api-Api (TAA) Special Economic Zone atau kawasan ekonomi khusus Tanjung Api-Api. Kawasan ini, akan dilengkapi dengan pembangunan Jembatan Musi 1,2,3 dan seterusnya.

“Kemudian monorel, lalu Jalan Tol Palembang, Indralaya, Tanjung Betung, yang semuanya menjadi bagian dari Jalan Tol Trans Sumatra,” ujarnya, sebagaimana dilansir Tribunnews.com. Menurut Alex, railway 375 km dari Tanjung Enim sampai Tanjung Api-api akan melintasi Muara Enim, Lahat, Musirawas (Mura), Musi Banyuasin (Muba) dan Banyuasin. Railway ini akan dilengkapi dengan pelabuhan batubara berkapasitas 70 ribu DWT itu. Sehingga total perkiraan dana yang diperlukan adalah sekitar USD 3,4 Miliar atau Rp 34,216 triliun.

“Selain itu untuk TAA Special Economic Zone, estimasi investasi yang diperlukan mencapai Rp 45.468.190.000.000. Jadi kawasan TAA Special Economic Zone ini akan disupport railway, jalan tol, regional port at TAA, dan Ferry Port,” kata Alex. Potensi lainnya yakni area reklamasi pantai Tanjung Carat. Pembangunannya ditargetkan akan selesai pada 2018. “Kita juga berencana membangun Jakabaring Sport City,” kata Alex.
Ia menuturkan potensi batubara di Sumatera Selatan cukup besar. Berdasarkan riset yang dilakukan beberapa lembaga riset pertambangan, pada tahun 2008, potensi batubara di Sumsel mencapai 47,1 milyar ton. Angka tersebut merupakan 48,45 persen dari perkiraan potensi batubara di Indonesia.

Jumlah potensi batubara di Sumsel ini tersebar di 8 wilayah, yaitu Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, Lahat, Musi Rawas, Ogan Koering Ulu, OKU Timur, Ogan Komering Ilir, Muara Enim dan Prabumulih.

Selain Alex Noerdin selaku Gubernur Sumsel, pembicara lainnya dalam acara ini adalah Direktur Lalulintas dan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Hanggoro; serta Senior Representative West Java Kemenhub, H Iwa Kartiwa.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here