Supply Chain Indonesia Tegaskan Pentingnya Pembentukan Induk BUMN Logistik

0
228
ilustrasi pos logistik (enciety.co)

Jakarta – (suaracargo.com)

Supply Chain Indonesia menegaskan, pembentukan induk BUMN logistik berdasarkan road map BUMN 2015-2019 sebagai pertimbangan kuat dari sisi permintaan dan penawaran, harus disiapkan secara matang.

Chairman Supply Chain Indonesia Setijadi mengemukakan, permintaan sektor logistik sangat besar, baik dari internal maupun eksternal perusahaan-perusahaan BUMN. Dia juga memaparkan bahwa permintaan internal pada umumnya berasal dari perusahaan-perusahaan BUMN produsen, seperti perkebunan, pertambangan, perminyakan, dan lain-lain.

“ Permintaan eksternal berasal dari luar perusahaan-perusahaan BUMN,” paparnya pada hari Selasa (2/2/2016),

Sementara itu, kekuatan dari sisi penawaran dapat dilihat dari jenis jasa logistik perusahaan-perusahaan BUMN dan anak-anak usahanya yang sangat lengkap, baik yang berbasis transportasi barang maupun pergudangan.

Selama ini, jasa logistik transportasi barang mencakup semua moda transportasi, yaitu PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) dan PT Djakarta Lloyd (Persero) untuk transportasi laut; PT Bhanda Ghara Reksa (Persero)/BGR, dan PT Pos Logistik Indonesia (Poslog) untuk transportasi jalan; dan PT Kereta Api Logistik untuk transportasi kereta api; dan Garuda Indonesia Cargo untuk transportasi udara.

Adapun, jasa logistik pergudangan dimiliki antara lain oleh BGR, PT Pos Indonesia (Persero)/Poslog, dan Perum Bulog. Selain itu, terdapat jasa kurir oleh PT Pos Indonesia (Persero)/Posindo dan BGR Ekspress, serta freight forwarding oleh BGR.

Kekuatan BUMN sektor logistik tersebut berpotensi ditunjang oleh perusahaan-perusahaan BUMN pengelola kawasan, antara lain Kawasan Berikat Nusantara, Kawasan Industri Makassar, Kawasan Industri Medan, Kawasan Industri Wijayakusuma (Semarang), dan PT Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam.

Dengan demikan, induk BUMN logistik sangat didukung fasilitas perusahaan-perusahaan BUMN logistik yang banyak dan tersebar di seluruh Indonesia. “BGR, misalnya, pada tahun 2013 mengelola sebanyak 619 gudang dengan total kapasitas tampung sebesar 1.530.734 ton yang tersebar di seluruh Indonesia,” paparnya, seperti dilansir bisnis.com.

Selain itu, pembentukan holding BUMN logistik ini berpotensi memberikan layanan yang efisien untuk internal dan eksternal perusahaan-perusahaan BUMN. Fasilitas logistik dan jaringan yang tersebar dan menjangkau pedesaan tersebut juga berpotensi mengefisienkan logistik pedesaan dan UKM.

Menurutnya, pembentukan induk BUMN logistik akan bermanfaat untuk sinergi pengembangan rencana strategis dan investasi, utilisasi aset, pelayanan dan operasional, peningkatan efisiensi karena skala ekonomi dan daya saing.

Lebih lanjut, dia menuturkan pembentukan induk BUMN logistik tidak berarti peleburan perusahaan-perusahaan BUMN tersebut. Dalam hal ini, Kementerian BUMN bisa mempertimbangkan bentuk lain yang lebih tepat. “Misalnya masing-masing perusahaan tetap berdiri sendiri, sedangkan induk BUMN logistik bertindak sebagai integrator dan synchronizer.”

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY