Syarat Agar Indonesia Bisa Jadi Poros Maritim Menurut Laksamana (Purn) Bernard Kent Shondakh

0
355
Ilustrasi pelabuhan di Indonesia. (sumber: Suara Pembaruan)
Ilustrasi pelabuhan di Indonesia. (sumber: Suara Pembaruan)

Jakarta – (suaracargo.com)

Konsep poros maritim dunia yang didengungkan oleh pemerintahan Jokowi-JK mendapat sorotan tajam dari mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana (Purn) Bernard Kent Shondakh saat ditemui Jurnal Maritim di kediamannya beberapa hari lalu.

Menurutnya, kemungkinan Indonesia menjadi poros maritim dunia tidak terlepas dari aspek pembangunan infrastruktur kemaritiman dan pertahanan serta keamanan di laut. Selain itu, poros maritim juga berkaitan dengan pemnfaatan laut dan posisi strategis Indonesia dalam sisi ekonomi dan politiknya.

“Jadi untuk mengambil sisi ekonomis, Pertama, kita memerlukan pelabuhan-pelabuhan singgah, baik untuk belanja makanan, bahan bakar, dan tempat istirahat. Istihahnya biasa dikenal 4 R (refueling, resupply, repair, dan rest/recreation-red). Dalam penilaiannya, saat ini Indonesia belum memiliki keempat hal itu. Sehingga kita terus berada di bawah bayang-bayang Singapura.

Yang Kedua, menurutnya adalah kurangnya jaminan keamanan. “kita lihat Tanjung Priok saja, ketika sudah jam 12 malam saja sudah tidak aman. Itu masih di darat apalagi di lautnya. Sedangkan di Singapura kita mau pulang sampai malam atau bahkan sampai pagi lagi kondisinya aman,” kritiknya. Dalam hal ini diperlukan juga peranan TNI AL dan Polair yang mengamankan wilayah pantai dan perairan, serta Alutsistanya yang memadai.

Lebih lanjut, syarat yang ketiga menurutnya, Indonesia harus memiliki pelayanan yang baik bagi pengguna pelayaran. “Syarat berikutnya kita harus memiliki kecepatan servis. Dulu di Batam kapal lego jangkar bisa mencapai 2-3 hari, sedangkan di Singapura hanya hitungan jam. Kalau di Tanjung Priok, ketika lego jangkar juga bisa berhari-hari. Jika kondisinya seperti ini maka kapal akan tidak mau lagi singgah di pelabuhan kita,” tutupnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here