Tahun 2015, Pemerintah Sudah Bangun 150 Pelabuah dan 100 Kapal Perintis

0
377
ilustrasi pelabuhan di Makassar

Jakarta – (suaracargo.com)

Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla melalui Kementerian Perhubungan telah mengembangkan 150 pelabuhan non-komersial dan membangun 100 kapal perintis pada tahun ini. Demikian keterangan yang disampaikan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dalam Capaian Kinerja 2015 dan Outlook 2016, di Jakarta, Rabu (16/12/2015).

Jonan mengatakan, 100 kapal perintis yang dibangun akan ditugaskan ke PT Pelni (Persero). Dengan demikian, standar pelayanan transportasi laut akan lebih seragam. “Saat ini karena masih tender pengelolaan, jadi berantakan. Ini kualitasnya berantakan. Saya mau pakai keputusan presiden saja, yang kelola Pelni. Selesai. Kita kasih subsidi, kita tentukan standar,” ucap Jonan, seperti dilansir kompas.com.

Nantinya, kata Jonan, apabila tidak bisa memenuhi standar pelayanan yang ditentukan pemerintah, subsidi untuk Pelni akan dikurangi. Kapal-kapal 100 kapal perintis yang dibangun terdiri dari 2 kapal berukuran 500 DWT (tonase bobot mati), 2 kapal berukuran 200 DWT, 11 kapal berukuran 750 DWT, 25 kapal berukuran 2000 GT, 20 kapal berukuran 1200 GT, 15 kapal semi kontainer berukuran 100 TEUs (twenty-foot equivalent units), 20 kapal Rede (kapal yang berfungsi menjemput dan mengantar dari kapal-kapal besar yang tidak bisa sandar di dermaga), serta 5 kapal ternak.

Selain merampungkan pembangunan 150 pelabuhan dan 100 kapal perintis, Kemenhub juga telah merampungkan pengerukan alur pelayaran di 13 lokasi, dan pelayanan angkutan laut perintis di 86 lintas. Kemenhub juga melakukan penyelenggaraan rute angkutan laut tetap dan teratur di 3 rute, penyelesaian pembangunan 10 kapal negara kenavigasian. Selain itu, penyelesaian pembangunan 77 kapal patroli juga telah dilakukan.

Kemudian, pada sub-sektor perhubungan laut, Kemenhub juga telah menyederhanakan 43 jenis perizinan. “Untuk peningkatan keselamatan dan keamanan transportasi laut, kami telah membangun 10 kapal kenavigasian, membangun 25 unit global maritime distress safety system, 5 unit vessel traffic service, 232 paket sarana bantu navigasi pelayaran, 77 kapal patroli, mengurangi persyaratan dan jenis izin, serta pengetatan pelaksanaan aturan docking kapal,” pungkas Jonan.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here