Tahun 2018, Pembangunan Pelabuhan Pesawan Akan Dimulai

0
524

Jakarta – (suaracargo.com)

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie memastikan bahwa pada 2018 mendatang, pembangunan fisik pelabuhan di daerah Pesawan, Tanjung Selor, Bulungan akan dimulai. Sedangkan pada tahun ini, Dinas Perhubungan Kaltara akan melakukan pembebasan lahan. Disebutkan pula, untuk tahap awal akan dibebaskan lahan seluas 20 hektare. Sementara sisanya yang seluas 40 hektare akan dibebaskan secara bertahap. Lantas, untuk keperluan tersebut, pada 2017 ini dialokasikan dana Rp 1 miliar.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Gubernur dari Dinas Perhubungan Kaltara, Minggu (29/1), pada saat ini sedang disiapkan penunjukan tim appraisal untuk menghitung lahan yang akan dibebaskan. “Lahan yang dibutuhkan seluas 60 hektare untuk membangun Pelabuhan Pesawan dimaksud,” ujarnya, seperti dilansir prokal.co.

Lebih jauh dijelaskan oleh Irianto, pelabuhan di Pesawan nantinya memiliki sisi perairan tempat sandar kapal sepanjang 450 meter. Selain itu, existing keluar-masuk barang yang lebih cepat dan ditambah lagi dermaga, trestle, causeway, dan corrugated concrete sheet pile (CCSP). “Setidaknya, kapal bisa bersandar maksimal 4 unit sekaligus,” tambahnya.

Selanjutnya, sisi darat pelabuhan akan dilengkapi fasilitas perkantoran untuk ditempati instansi terkait, seperti Bea Cukai, Syahbandar, dan Kantor Administrasi dan Navigasi. Berikut, dilengkapi fasilitas pendukung lain, seperti terminal penumpang, gudang, dan tempat penyimpanan peti kemas.

“Paling tidak, pelabuhan itu nantinya berfungsi melayani kegiatan angkutan laut seperti barang dan penumpang, serta angkutan penyeberangan antarprovinsi,” ungkapnya.

Apabila pelabuhan itu telah terbangun, lanjutnya, akan melayani rute pelayaran Tanjung Selor–Surabaya, termasuk direncanakan melayani rute pelayaran Tanjung Selor–Makassar. “Karena Pelabuhan Pesawan ini juga bagian dari program tol laut. Dengan tujuan distribusi barang ke dalam dan keluar semakin lancar,” bebernya.

Sedangkan untuk anggaran proyek fisik Pelabuhan Pesawan akan menelan anggaran Rp 250 miliar. “Rencananya, pelabuhan itu dibangun dengan sistem multiyears atau tahun jamak, mulai 2018 mendatang,” tegasnya.

Irianto juga mengatakan, Kementerian BUMN telah merespons rencana pembangunan Pelabuhan Pesawan. Namun, untuk pembangunan pelabuhan tersebut, Kementerian BUMN akan menyerahkan kepada kementerian terkait. “Ibu Rini akan mencoba berkomunikasi dengan Pak Presiden maupun kementerian terkait untuk mendorong pembangunan Pelabuhan Pesawan,” jelasnya.

Selain memberi dukungan, Irianto juga menyatakan bahwa Kementerian BUMN berencana mengembangkan kawasan di sekitar Pelabuhan Pesawan. “Misalnya, permukiman baru karena berdekatan dengan transmigrasi atau logistik. Tapi, itu masih akan dipikirkan oleh Kementerian BUMN,” ujarnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here