Tahun Depan, Pelabuhan Tengkayu I Dibangun Dengan Alokasi Dana Rp 20 Miliar

0
661

Surabaya – (suaracargo.com)

PT ASDP Indonesia Ferry meluncurkan kapal penumpang jenis “roll on – roll off” (roro) rute Surabaya (Jawa Timur) – Lombok (NTB). Pengadaan kapal tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pemerintah dalam rangka menekan biaya distribusi logistik.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PT ASDP Indonesia Ferry Faik Fahmi, disela pemberangkatan perdana KMP Legundi di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Kamis, mengatakan bahwa kapal yang diluncurkan tersebut merupakan armada pendukung tol laut.

“Pemerintah mengutamakan tiga program dalam pelayaran, yaitu menekan biaya logistik, mendorong ‘sinergitas’, dan meningkatkan pariwisata. KMP Legundi rute Surabaya – Lombok ini kita luncurkan untuk mendukung dan mewujudkan tiga program utama pemerintah itu,” terangnya, seperti dilansir kaltim.prokal.co.

KMP Legundi itu sendiri berukuran 5000 GT yang mampu mengangkut 142 kendaraan roda empat. “Kapal ini kan terdiri main deck, upper deck, dan lower deck. Di main deck bisa mengangkut 40 kendaraan jenis truk berukuran besar, sedangkan lainnya untuk kendaraan yang lebih kecil,” jelasnya.

Ia meyakini, KMP Legundi dapat memenuhi tuntutan pemerintah, khususnya dalam upaya menekan biaya logistik bagi pelaku usaha angkutan. Selama ini, katanya memberi contoh, rute Surabaya – Lombok harus ditempuh melalui jalur darat yang membutuhkan waktu selama 48 jam.

“Kini dengan KMP Legundi, Surabaya – Lombok hanya ditempuh selama 21 jam. Jadi waktunya lebih singkat. Selain itu, dari sisi pemeliharaan kendaraan juga lebih murah. Sebab truk dan sopirnya dalam posisi istirahat di atas kapal. Dengan begitu, dari sisi pemeliharaan maupun pengoperasian juga bisa menimbulkan penghematan bagi pelaku usaha,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, peluncuran KMP Legundi juga akan menghemat biaya perawatan jalan di sepanjang rute darat Surabaya – Lombok. Jalan itu selama ini dilewati truk-truk pelaku usaha.

Diakui pula bahwa ada keluhan dari Pemerintah Provinsi Bali karena truk-truk pelaku usaha dari Surabaya menuju Lombok itu selama ini juga menambah beban biaya perawatan jalan.

“Terdata ada 1.500 truk dari Surabaya menuju Bali. Dari jumlah itu, yang nyebrang ke Lombok ada sekitar 150-an truk. Kini beban biaya perawatan jalan bisa terkurangi dengan adanya KMP Legundi,” paparnya.

Sementara ini, PT ASDP Indonesia Ferry mengoperasikan KMP Legundi rute Surabaya – Lombok dengan frekuensi pelayanan dua kali trip dalam sepekan.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here