Tambah Jaringan, JICT Terima Rute Intra Asia Dari SITC

0
349
ilustrasi pelabuhan peti kemas (Reuters/okezone.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

PT Jakarta International Container Terminal (JICT) menambah jaringan layanan dengan menerima rute Intra-Asia dari perusahaan pelayaran SITC International Holding mulai Desember 2015.

“Masuknya SITC dalam layanan terbaru JICT ini menjadi salah satu bukti tingginya kepercayaan dari pelaku pelayaran global terhadap standar layanan perusahaan,” kata Riza Erivan, Wakil Direktur perusahaan yang dibentuk Pelindo II tersebut, dalam siaran pers di Jakarta, Selasa, 15 Desember 2015. Guna mendorong peningkatan transaksi perdagangan di Indonesia, pihak perusahaan akan terus berusahan mengoptimalkan jaringan dan infrastruktur JICT, tambah Riza.

Dalam kerjasama dengan SITC, JICT telah melayani kapal perdana MV Trinity dengan bobot mati 10.000 ton, LOA (panjang kapal) 150 meter dan kapasitas 1.000 TEUs. SITC telah mengalokasikan tiga kapal untuk layanan ini dengan rute Hongkong – Shekao – Manila North – Manila West – Cebu – Makasar – Jakarta – Bintulu – Manila North – Batangas – Hongkong.

Riza mengatakan, sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di Asia, Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis dalam perdagangan di kawasan. “Masuknya layanan baru ke JICT menjadi indikasi semakin tingginya arus perdagangan antara Indonesia dengan negara Asia lainnya,” katanya, seperti dilansir tempo.co.

Untuk mendukung peningkatan kualitas dan kapasitas layanan, ujar Riza, total investasi JICT selama periode 2008-2014 mencapai 180 juta dolar AS. Ia mengungkapkan, investasi sebesar itu digunakan, antara lain untuk membangun dan mengoperasikan JICT Auto Gate System (JAGS) sejak tahun 2013.

Saat ini, JICT sedang dalam proses penyelesaian Joint Gate JICT – Koja dan proyek pengembangan untuk menambah kapasitas yang akan selesai bulan April 2016. Dari sisi kapasitas terminal, saat ini total kapasitas terminal JICT mencapai 2,6 juta twenty equivalent units (TEUs). Kapasitas terminal itu meningkat tajam dibandingkan tahun 1999 sebesar 1,4 juta TEUs. “Pada saat itu JICT masih dikelola secara mandiri oleh Pelindo II. Berkat kinerjanya yang terus meningkat, JICT berhasil meraih sejumlah penghargaan sebagai terminal petikemas terbaik dari sejumlah lembaga independen di dunia,” ucapnya.

Jakarta International Container Terminal adalah terminal peti kemas terbesar di Indonesia dan merupakan perusahaan gabungan antara Hutchison Port Holdings (HPH) dan PT Pelabuhan Indonesia II. HPH adalah anak perusahaan konglomerasi multinasional Hutchison Whampoa Limited (HWL), adalah operator, pengembang, dan investor pelabuhan terkemuka di dunia dengan memiliki sejumlah 52 pelabuhan tersebar di 26 negara di Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, Amerika dan Australasia.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here