Tanjung Intan Jadi Pelabuhan Pelayaran Perintis

0
276
Pelabuhan Tanjung Intan (beritatrans.com)

Cilacap – (suaracargo.com)

Pelabuhan Cilacap akan menjadi pelabuhan pangkal atau komdis dalam pelayaran perintis di Jawa bagian selatan. Saat ini, pelayaran perintis angkutan logistik di sisi selatan Jawa ini masih dalam proses lelang pengadaan subsidi angkutan.

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cilacap Wigyo mengatakan dengan adanya pelayaran perintis ini akan menghubungkan antar kabupaten di selatan Jawa. Mulai dari Cilacap sampai Kulonprogo, Pacitan, Trenggalek, Banyuwangi menuju ke Pelabuhan Celukan Bawang Bali.

“Harapannya nanti ada koneksi bisnis antar kabupaten, khususnya di selatan Jawa. Saat ini masih dalam tahap lelang pengadaan subsidi angkutan,” ujarnya, Minggu (25/3) kemarin usai peresmian revitalisasi dermaga di Pelabuhan Tanjung Intan.

Adanya pelayaran perintis ini juga mendorong agar tol laut di sisi selatan Jawa bisa diadakan. Selanjutnya, kata dia, akan dilakukan crossing dua kapal dimana ‘round project’ membutuhkan waktu tempuh selama 14 hari. Dengan adanya crossing ini bisa ditempuh waktu lebih pendek, hanya sekitar 7 hari.

“Sehingga aksesbilitas kargo yang membawa selain batubara, minyak, semen itu ada kargo umum. Ini yang akan menumbuhkan kontribusi ekonomi ke Cilacap, dan daerah di sekitarnya,” ujarnya.

Pelayaran perintis ini berasal dari keinginan 11 kabupaten yang ada di wilayah pesisir Laut Selatan, mulai Sukabumi Jawa Barat, Cilacap Jawa Tengah, dan Pacitan Jawa Timur yang ingin mengejar ketertinggalan pertumbuhan ekonomi.

Kapal perintis ini masih aman melalui perairan selatan Jawa, yang memiliki karakteristik laut dengan arus deras, gelombang tinggi, cuaca juga seringkali ekstrem. Sehingga untuk kapal penumpang tidak cocok.

Selain itu, pertimbangan lainnya, akses transportasi darat baik kereta api dan juga kendaraan yang sudah baik di wilayah Cilacap.

“Yang patut dipertimbangkan bahwa transportasi darat, kereta api, kendaraan dan bus pesawat sudah bagus. Kelemahannya hanya di transportasi barang, dengan rintisan ini insyaallah aman,” ujarnya.

Nantinya kapal rintisan yang akan membawa barang ini berukuran sekitar 3300 GT, dengan kapasitas 42 ribu ton. Dampak akan adanya pelayaran rintisan ini, kata dia, membutuhkan perluasan dermaga.

“Nanti kita di Wijayapura (penambahan dermaga, red),” katanya, seperti dilansir republika.co.id.

Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji mengatakan, selama ini Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap hanya dijadikan pelabuhan bongkar-bongkar kapal minyak, batubara dan juga semen. Bupati menginginkan ada kemajuan dengan masuknya berbagai barang hasil produksi masyarakat dan juga ternak melalui Pelabuhan Tanjung Intan ini.

“Masyarakat sudah produksi, tapi untuk pengiriman masih sulit. Adanya pelayaran rintisan ini, nantinya agar memudahkan, yang selama ini jauh-jauh (pengiriman, red), jadi lebih cepat pengiriman barangnya,” katanya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here