Tanker Kandas Akibat Kelalaian Nakhoda

0
196
ilustrasi kapal terdampar (merdeka.com)
ilustrasi kapal terdampar (merdeka.com)

Dobo – (suaracargo.com)

Kapal tanker MT Ngagel Dadi dilaporkan kandas di perairan Tanjung Lampu, Dusun Marbali, Kota Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, sejak Sabtu (13/12) siang. Salah seorang warga Dobo, Joseph Labok, mengatakan, kapal tanker yang mengangkut 3.500 kilo liter BBM tersebut kandas karena tidak memperhatikan rambu-rambu di sekitar perairan Tanjung Lampu, sehingga naik ke atas hamparan karang.

“Bila tidak segera ditangani, kemungkinan kondisinya lebih parah karena musim cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi saat ini,” ujar Joseph seperti dikutip dari Antara dan dilansir merdeka.com, Senin (15/12).

Joseph, yang juga komisioner KPU Kepulauan Aru, khawatir stok BBM terbatas sehingga mempengaruhi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. “Depot PT Pertamina Dobo hendaknya berkoordinasi dengan pihak teknis terkait untuk menangani kandasnya kapal tanker tersebut,” katanya.

Wira Penjualan PT Pertamina Cabang Ambon, Fandi, saat dikonfirmasi dari Dobo, membenarkan bahwa kandasnya kapal tanker tersebut dengan alasan kondisi cuaca buruk dan armada tersebut baru pertama kali mengangkut BBM ke Depot Pertamina Dobo. Fandi juga menyatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi agar kapal cargo diarahkan untuk menarik kapal tanker tersebut. “Kapal cargo diarahkan ke lokasi sambil muatannya sebanyak 3.500 KL dikurangi agar memudahkan olah gerak kapal,” katanya.

Disinggung stok BBM di Dobo, Fandi menjelaskan, untuk premium dan solar cukup untuk dua pekan ke depan. Sedangkan, stok minyak tanah masih bisa memenuhi kebutuhan selama 10 hari, tambah Fandi. “Kami pun sedang mengarahkan kapal tanker dari Saumlaki, ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) ke depot Pertamina Dobo agar tidak meresahkan masyarakat, terutama merayakan Natal dan Tahun Baru,” ujar Fandi.

Kelalaian nahkoda

Petugas Lalulintas Angkutan Laut dan Pelayanan Jasa Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Klas II Dobo, Nico Kerlely mengatakan, kandasnya kapal tanker tersebut karena kelalaian nakhodanya karena kurang memperhatikan peta laut telah dipasang di sekitar perairan Tanjung Batu.

“Seharusnya saat menuju dermaga Depot Pertamina Dobo berkoordinasi dengan Stasiun Radio Pantai setempat agar diarahkan alur pelayaran,” katanya. Oleh karena itu, nakhoda kapal tersebut telah dipanggil untuk diperiksa hari ini (Senin) dengan harus membawa dokumen kapal. “Kelalaian nahkoda ada ketentuan sanksinya, baik administrasi hingga hukuman penjara sehingga nahkoda hendaknya kooperatif,” ujar Nico.

Dia juga menyesalkan tindakan nahkoda kapal tanker tersebut. Saat meminta bantuan kapal lainnya, kata Nico, hendaknya berkoordinasi dengan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Klas II Dobo. “Kami tidak pernah dikoordinasikan soal olah gerak kapal bantu tersebut. Sekiranya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka siapa harus bertanggung jawab,”tegas Nico.

Sebelumnya pada awal Januari 2014 kapal cargo KM Obelik milik PT Tirta Sarana Indo Line di Surabaya juga kandas di perairan Tanjung Lampu.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY