Target Pemerintah Turunkan Biaya Logistik Hingga 19 Persen Dinilai Berlebihan

0
167
ilustrasi pelabuhan peti kemas (Reuters/okezone.com)
ilustrasi pelabuhan peti kemas (Reuters/okezone.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Sekretaris Tim Ahli Sistem Logistik Nasional (Sislognas) Nofrisel mengatakan, target pemerintah untuk menurunkan biaya logistik sampai 19% dalam setahun terlalu berlebihan.

Keraguan itu didasarkan pada pesoalan – persoalan logistik di luar kepelabuhanan yang belum tersentuh sama sekali. Dengan task force kepelabuhan, imbuh Nofrisel, biaya kepalabuhanan akan sert merta turun, namun biaya logistik secara keseluruhan tidak lantas otomatis ikut turun.

“Kalau menurunkan biaya logistik menjadi 19% belumlah,” ujarnya, Rabu (11/2/2015), sebagaimana dilansir bisnis.com

Sebelumnya, pemerintah menargetkan penurunan biaya logistik nasional tahun ini menjadi hanya 19% dari produk domestik bruto dengan membentuk satuan tugas kepelabuhanan yang mencakup wilayah kerja di tujuh kementrian.

Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan satuan tugas atau task force itu akan mengevaluasi ongkos logistik nasional yang mencapai 24% dari produk domestik bruto (PDB). Dengan adanya satuan tugas itu, posisi Indonesia dalam Logistics Performance Index (LPI) World Bank diharapkan bisa membaik.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY