Tarif 13 Pelabuhan Penyeberangan Mengalami Kenaikan

0
684
Kendaraan pengangkut barang menjejali dermaga III Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Kamis (27/9/2012), mengantre untuk menyeberangi perairan Selat Sunda. Jalur penyeberangan Selat Sunda ditempuh selama 2,5 jam, dengen waktu operasi kapal selama 24 jam. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Kendaraan pengangkut barang menjejali dermaga III Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Kamis (27/9/2012), mengantre untuk menyeberangi perairan Selat Sunda. Jalur penyeberangan Selat Sunda ditempuh selama 2,5 jam, dengen waktu operasi kapal selama 24 jam. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

Jakarta – (suaracargo.com)

Mulai tanggal 21 November 2014, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry, akan memberlakukan tarif terpadu penyeberangan di 13 lintasan antar provinsi yang dikelola oleh perseroan. Kenaikan tarif itu terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Pemberlakukan tarif baru ini menyusul diterbitkannya Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM.58 Tahun 2014 tentang Tarif Angkutan Penyeberangan Lintas Antar Provinsi, sebagai respon pasca keputusan pemerintah menaikan kenaikan harga bahan bakar bersubsidi,” ujar Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Danang S. Baskoro dalam siaran persnya, Kamis (20/11), sebagaimana dilansir jppn.com.

Ketigabelas lintasan tersebut yakni Merak Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Lembar-Padangbai, Bajoe-Kolaka, Tanjung Kelian Tanjung Api Api, Sape-Labuhan Bajo, Sape-Waikelo, Labuhan Bajo-Jampea, Pagimana-Gorontalo, Bitung Ternate, Mamuju-Balikpapan, Batulicin-Garongkong dan Namlea-Sanana.

Adapun tingkat kenaikan tarif terpadu penyeberangan di 13 lintasan penyeberangan tersebut rata-rata sebesar 7,12 persen. Kenaikan tarif ini diyakini oleh Danang akan sedikit membantu mengurangi beban operasional penyedia jasa kapal penyeberangan. Para penyedia jasa kapal tersebut harus menanggung kenaikan harga solar bersubsidi sebesar 36 persen. Dimana sebagian besar tarif yang disesuaikan adalah di lintasan komersial.

“Penyesuaian tarif terpadu di 13 lintasan pelabuhan berbeda dan bervariasi dari 1,3 sampai 9,95 persen. Kenaikan paling signifikan adalah lintasan Bitung-Ternate 9,95 persen karena merupakan lintasan komersial dengan jarak terpanjang. Perhitungan kenaikan tarif hanya untuk kendaraan jenis roda empat atau lebih yaitu kendaran Golongan IV sampai Golongan IX,” terang dia. (chi/jpnn)

Berikut besaran kenaikan di 13 lintasan pelabuhan:

1. Merak-Bakauheni 8,40 persen
2. Ketapang-Gilimanuk 7,16 persen
3. Lembar-Padangbai 9,58 persen
4. Sape Labuhan Bajo 8,49 persen
5. Tanjung Kelian Tanjung Api Api 5,78 persen
6. Sape Waikelo 7,73 persen
7. Bajoe – Kolaka 9,06 persen
8. Pagimana Gorontalo 9,22 persen
9. Bitung Ternate 9,95 persen
10. Labuhan Bajo Jampea 3,52 persen
11. Balikpapan Mamuju 9,35 persen
12. Namlea Sanana 2,91 persen
13. Batulicin – Garongkong 1,36 persen

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here