Tarif Tol Gempol – Pasuruan Dipatok Rp 23.000

0
34

SUARACARGO.COM, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) menetapkan besaran tarif bagi pengguna jalan tol Gempor Pasuruan Seksi I dan Seksi II (Gempol Junction-Rembang-Pasuruan) sebesar Rp23.000.

Berdasarkan keterangan resmi PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Minggu (8/7/2018) penetapan tarif jalan tol Gempor Pasuruan Seksi I dan Seksi II diatur dalam Keputusan Menteri PUPR No. 416/KPTS/M/2018 tanggal 4 Juli 2018. Tarif jalan tol Gempol-Pasuruan Seksi I dan IImenggunakan sistem tertutup untuk pengguna jalan tol golongan 1 dari Gempol Junction menuju Pasuruan.

Jalan tol Gempol – Pasuruan telah terintegrasi dengan ruas Jalan Tol Porong – Gempol dan ruas Jalan Tol Gempol – Pandaan membuat pengguna jalan harus membayar tarif tambahan. Jasa Marga mencontohkan, pengguna jalan tol golongan 1 yang masuk dari Gerbang Tol (GT) Kejapanan menuju Pasuruan akan dikenakan tarif Rp28.500.

Jumlah tersebut merupakan gabungan dari tarif tol Gempol-Pasuruan dan tarif ruas tol Porong-Gempol (Rp3.000) dan ruas tol Gempol-Pandaan (Rp2.500). Adapun, pengguna jalan tol golongan 1 yang masuk dari GT Pandaan menuju Pasuruan akan dikenalan tarif Rp31.000, terdiri atas tarif tol Gempol-Pandaan (Rp8.000) dan ruas tol Gempol-Pasuruan (Rp23.000).

PT Jasamarga Gempol Pasuruan (JGP) selaku operator akan melakukan sosialisasi tarif selama tujuh hari sejak penetapan Surat Keputusan Menteri PUPR. Pemberlakua tarif dimulai apda 11 Juli 2018 pukul 06.00 WIB. Untuk diketahui, ruas tol Gempol-Pasuruan terdiri atas tiga seksi sepanjang 34,15 km. Seksi I menghubungkan Gempol Junction dengan Rembang sepanjang 13,9 km dan Seksi II sejauh 6,6 km yang menghubungkan Rembang-Pasuruan telah beroperasi. Adapun Seksi III (Pasuruan-Grati) masih dalam tahap konstruksi.

Jalan tol Gempol-Pasuruan menjadi bagian dari tol Trans Jawa menjadi penghubung kota-kota utama di Jawa Timur. Ruas ini juga memiliki niali strategis bagi kelancaran arus barang dan penumpang sehingga diharapkan memacu pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here