Tekan Dwelling Time, Pemerintah Akan Terapkan Single Risk Management di Pelabuhan

0
346
ilustrasi pelabuhan peti kemas (Reuters/okezone.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Pemerintah akan menerapkan single risk management dalam mengelola aktivitas di pelabuhan. Maksudnya, semua risiko yang menghambat proses pekerjaan apapun yang ada di pelabuhan nantinya tidak hanya akan menjadi masalah masing-masing Kementerian/Lembaga (K/L).

Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan, sistem ini akan melengkapi sistem yang sekarang sudah ada yaitu Indonesia Nasional Single Window (INSW). Dengan adanya penerapan sistem tambahan tersebut, waktu bongkar muat barang di pelabuhan alias dwelling time bisa berkurang.

Menurutnya, selama ini kendala – kendala dalam pengelolaan pelabuhan seringkali diselesaikan oleh masing-masing K/L. Dengan adanya sistem ini, semua manajemen risiko atas masalah akan dipusatkan. Terutama resiko yang muncul ketika pelayanan proses ekspor-impor dari setiap perusahaan sedang berlangsung.

Masing-masing perusahaan biasanya memiliki penilaian risiko yang berbeda dari setiap K/L. “Initinya ada fair treatment, bagaimana perusahaan risk compliance rendah dapat pelayanan dan rendah dapat pengawasan,” kata Heru, Kamis (4/2) di Jakarta.

Rencananya, sistem ini akan mulai efektif pertengahan tahun 2017 mendatang. Sebab, agar bisa bekerja sempurna, sistem itu harus melewati berbagai tahapan.

Pertama, single stakeholder management pada April 2016 nanti. Tahap ini akan mengumpulkan semua risiko yang ada di masing-masing K/L.

Tahap kedua, single treatment. Dalam tahap ini pemerintah akan membuat pola pelayanan atas setiap risiko. Dan tahap selanjutnya singe stakeholder profile. Pada tahap ini pemerintah akan secara spesifik menilai risiko sebuah perusahaan. Lalu dibandingkan antara penilaian risiko perusahaan itu di satu K/L dan K/L lainnya.

Saat ini, angka dwelling time berada di posisi 3 hari. Tanpa single risk management ini menurut Heru akan sulit mencapai target yang dibebankan Presiden Joko Widodo yang hanya 1,6 hari.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here