Telat Masuk E-Commerce, PT Pos Indonesia Dikritik Menkominfo

0
186
ilustrasi pos logistik (enciety.co)

Jakarta – (suaracargo.com)

Berbicara bisnis logistik di Tanah Air, PT Pos Indonesia tentu menjadi pelopor. Sebagai pelopor, tidak perlu diragukan lagi cakupan PT Pos Indonesia dalam melayani bisnis pengirim barang di Tanah Air. Sayang, dengan pondasi yang dimiliki, lambat laun popularitas PT Pos Indonesia mulai kalah dengan pesaingnya di industri sejenis.

Lambatnya PT Pos Indonesia ikut menjadi ekosistem logistik di bisnis e-commerce menjadi salah satu hal yang membuat popularitas PT Pos Indonesia semakin terkikis. Lambatnya PT Pos Indonesia memanfaatkan e-commerce untuk mengembangkan bisnisnya, mendapat kritik dari Kementrian
Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).

Menurut Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia, PT Pos Indonesia sebagai perusahaan logistik terlambat memanfaatkan peluang logistik untuk e-commerce. Padahal, logistik merupakan salah satu dari rantai ekosistem e-commerce.

“Kalau saat ini kita bandingkan dengan kompetitornya, revenue e-commerce PT Pos Indonesia belum yang nomor satu. Layanannya pun belum selengkap para kompetitor lain. Untuk mengejar ketertinggalan itu, PT Pos Indonesia harus mendiversifikasi layanannya,” katanya usai menyaksikan MoU antara PT Pos Indonesia dengan Mataharimall.com di kantor pusat PT Pos Indonesia, Jakarta, Senin (7/12/2015).

Lebih jauh, Menkominfo mengharapkan agar PT Pos Indonesia segera melakukan reposisi agar tanggap dengan peluang e-commerce yang ada di seluruh Indonesia. Pasalnya, berdasarkan data yang ia miliki, transaksi e-commerce setiap tahun terus mengalami pertumbuhan.

“Dari data yang ada, nilai transaksi e-commerce pada tahun 2020, diprediksikan akan mencapai USD 130 miliar dengan angka pertumbuhan per tahun sekitar 50 persen,” terangnya, seperti dilansir selular.id.

“Nilai itu kan besar banget. Kalau PT Pos Indonesia bisa dapat 2 persennya aja, itu udah luar biasa. Nah, karena itu, kalau kami dari sisi lanskapnya menginginkan reposisi PT Pos Indonesia sebagai ekosistem logistik dari e-commerce di negeri ini,” harap menteri yang akrab disapa Chief RA itu.

Terkait dengan harapan Kominfo agar PT Pos Indonesia menjadu yang terdepan di ekosistem logistik e-commerce, Rudiantara mengakui jika pihaknya sudah mendiskusikan hal tersebut kepada Kementerian BUMN.

“Saya sudah bicara dengan Kementerian BUMN. Kementerian BUMN sih, Oke. Tapi, harus minta deputinya karena PT Pos Indonesia ini kan, belum perusahaan publik yang mana notabene masih dimiliki mayoritas sahamnya oleh pemerintah,” tukasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY