Telkom Luncurkan SIAB (Sistem Informasi Angkutan Barang)

0
430
ilustrasi menara Telkom (industri.bisnis.com)
ilustrasi menara Telkom (industri.bisnis.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

PT.Telkom Indonesia memperkenalkan sistem informasi angkutan barang (SIAB) untuk mengintegrasikan berbagai layanan dokumen kepelabuhanan, termasuk koneksi antar instansi yang terkait di pelabuhan.

Natal Imam Ginting, Project Director Maritime Information,Communication Technology and Logistics Electronic Services (MILES) Telkom Indonesia, mengatakan, persoalan logistik saat ini menjadi perhatian besar pemerintah. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menekan cost logistik, menurunkan dwelling time dan mendorong kelancaran arus barang.

“Kalau tidak ada IT (informasi dan tehnologi) yang baik, bagaimana kita mengukur agar logistik itu bisa efisien. Itulah kenapa kami bangun sistem informasi angkutan barang ini bukan hanya untuk menekan cost tetapi juga membuat logistik lebih efisien,” ujarnya saat peluncuran sistem informasi angkutan barang (SIAB), di Jakarta, hari Selasa (17/3/2015), sebagaimana dilansir bisnis.com.

Turut hadir pada peluncuran SIAB itu, kalangan pelaku usaha yang terdiri dari asosiasi depo kontener Indonesia (Asdeki), Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), dan PT.Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS)-anak usaha PT.Pelindo II dan PT.Telkom Indonesia.

Natal mengatakan, ekonomi suatu negara baru bisa dikatakan maju jika sistem logistiknya juga sudah maju. SIAB, kata dia, merupakan sistem informasi yang terdiri dari aplikasi dan database pengusaha,supir dan asosiasi. Sistem ini terbentuk atas kerjasama PT.Telkom Indonesia dengan Aptrindo. “Saat ini sistem itu sudah bisa digunakan oleh seluruh pengusaha truk di Indonesia. Sistem informasi ini juga bersifat netral,aman dan terbuka,”paparnya.

Dia juga mengatakan, manfaat sistem informasi dan tehnologi ini mengintegrasikan berbagai layanan kepelabuhanan termasuk integrasi antar instansi dan integrasi dengan menggunakan radio frekuensi identification (RFID). “SIAB sudah dapat diimplementasikan sepenuhnya pada bulan Maret 2015, dan dikoneksikan dengan warehouse management system, gate system, dan Telkom Logistics Portal,”ujar Natal.

Ketua Umum Aptrindo, Gemilang Tarigan mengatakan, selama ini pengusaha truk mengalami kesulitan besar terkait manajemen pengemudi atau supir truk. “Kita selama ini kesulitan mencari Supir.Karena pengemudi trailler harus mempunyai keahlian khusus. Dengan kata lain, pertumbuhan armada truk saat ini tidak sebanding dengan jumlah Supir truk,”ujarnya.

Namun, kata dia, dengan sistem ini, hanya pengemudi yang teregistrasi dan punya identitas resmi yang bisa masuk ke pelabuhan. Gemilang juga berharap dengan SIAB ini, data jumlah truk di Indonesia bisa lebih akurat. “Selama ini data truk itu simpang siur,”ujar dia

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here